BPS: Nilai Ekspor Juli 2022 Capai US$ 25,57 M
JAKARTA, investor.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor pada Juli 2022 mencapai US$ 25,57 miliar. Jika dibandingkan dengan posisi Juni 2022 (month-to-month/mtm) terjadi penurunan 2,20%. Namun jika dibandingkan dengan posisi Juli 2021 yang saat itu sebesar US$ 19,37 maka terjadi peningkatan sebesar 32,03%.
“Perkembangan pertumbuhan ekspor kita di bulan Juli ini secara year-on-year (yoy) masih mengalami peningkatan sebesar 32,03%. Namun demikian, secara yoy terjadi perlambatan dibandingkan dengan pertumbuhan Juli 2021 yang sebesar 41,49%,” ucap Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto dalam telekonferensi pers di Kantor BPS, Senin (15/8/2022).
Setianto mengatakan, penurunan ekspor nonmigas pada Juli 2022 terhadap Juni 2022 ini disebabkan komoditas besi dan baja yaitu HS 72 yang sebesar 11,51%. Diikuti oleh penurunan komoditas timah dan barang daripadanya (HS80) sebesar 54,02%, nikel dan barang daripadanya (HS 75) penurunannya sebesar 15,53%, kemudian kapal perahu dan struktur terapung (HS 89) ini penurunannya sebesar 82,30%.
“Untuk penurunan ekspor migas ini lebih dikarenakan oleh nilai minyak mentah yang turun sebesar 60,06% dan volume turun 60,82%,” kata Setianto.
Bila dilihat menurut sektor, maka industri pengolahan yang memberikan kontribusi terbesar ke ekspor Juli 2022 yaitu hingga 68,21%. Nilai ekspor industri pengolahan pada Juli 2022 mencapai US$ 17,44 miliar. Jika dilihat secara mtm, terjadi kontraksi 4,45%. Namun, secara yoy terjadi pertumbuhan 18,12%.
Nilai ekspor sektor pertambangan dan lainnya mencapai US$ 6,37 miliar. Sektor pertambangan berkontribusi 5,38% ke ekspor Juli 2022. Secara mtm, mengalami pertumbuhan 6,61% dan secara yoy, terjadi pertumbuhan pesat hingga 93,13%. Nilai ekspor sektor migas mencapai US$ 1,38 miliar.
Sektor migas memberikan kontribusi 24,91 ke ekspor Juli 2022. Secara mtm, mengalami kontraksi 11,24% dan secara yoy terjadi pertumbuhan 40,48%. Nilai ekspor sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar US$ 380 juta. Sektor ini berkontribusi 1,50%. Secara mtm, terjadi pertumbuhan 4,27% dan secara yoy terjadi pertumbuhan 24,98%.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






