Jumat, 15 Mei 2026

Jokowi Targetkan Inflasi 2023 di Kisaran 3,3%

Penulis : Triyan Pangastuti
16 Aug 2022 | 15:56 WIB
BAGIKAN
Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato RUU Tentang APBN tahun anggaran 2023 disertai nota keuangan dan dokumen pendukungnya, di gedung Parlemen DPR RI, di Jakarta, Selasa, 16 Agustus 2022. (Youtube BPMI Setpres)
Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato RUU Tentang APBN tahun anggaran 2023 disertai nota keuangan dan dokumen pendukungnya, di gedung Parlemen DPR RI, di Jakarta, Selasa, 16 Agustus 2022. (Youtube BPMI Setpres)

JAKARTA, investor.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, pemerintah akan menjaga inflasi 2023 di kisaran 3,3% (yoy) dengan fokus untuk menahan inflasi dari sektor energi dan pangan. Anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2023 akan diarahkan untuk mengantisipasi tekanan inflasi eksternal.

"Inflasi akan tetap dijaga pada kisaran 3,3%. Kebijakan APBN akan tetap diarahkan untuk mengantisipasi tekanan inflasi dari eksternal, terutama inflasi energi dan pangan," kata Presiden Jokowi dalam pidato Penyampaian RUU APBN 2023, Selasa (16/8).

Target inflasi 2023 itu lebih rendah dari proyeksi target inflasi 2022 di kisaran 3,5-4,5%. Inflasi tahun ini cenderung lebih tinggi karena pertimbangan kenaikan harga komoditas global terutama energi dan pangan.

Lebih lanjut, menurut Jokowi, asumsi inflasi pada level 3,3% tersebut menggambarkan keberlanjutan pemulihan di sisi permintaan, terutama akibat perbaikan daya beli masyarakat.Seiring dengan optimisme perbaikan daya beli, pemerintah pun memperkirakan pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 5,3% tahun depan."Kita akan berupaya maksimal dalam menjaga keberlanjutan penguatan ekonomi nasional," kata dia.

ADVERTISEMENT

Di sisi lain, pemerintah juga memperkirakan rata-rata nilai tukar rupiah di tahun depan bergerak di kisaran Rp 14.750 per dolar AS dan rata-rata suku bunga Surat Utang Negara 10 tahun diprediksi pada level 7,85%. Serta harga minyak mentah Indonesia (ICP) diperkirakan berkisar pada US$ 90 per barel. Lalu, lifting minyak dan gas bumi diperkirakan masing-masing mencapai 660.000 barrel per hari dan 1,05 juta barrel setara minyak per hari.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 44 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 46 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia