Menu
Sign in
@ Contact
Search
Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato RUU Tentang APBN tahun anggaran 2023 disertai nota keuangan dan dokumen pendukungnya, di gedung Parlemen DPR RI, di Jakarta, Selasa, 16 Agustus 2022. (Youtube BPMI Setpres)

Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato RUU Tentang APBN tahun anggaran 2023 disertai nota keuangan dan dokumen pendukungnya, di gedung Parlemen DPR RI, di Jakarta, Selasa, 16 Agustus 2022. (Youtube BPMI Setpres)

Jokowi Targetkan Inflasi 2023 di Kisaran 3,3%

Selasa, 16 Agustus 2022 | 15:56 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, pemerintah akan menjaga inflasi 2023 di kisaran 3,3% (yoy) dengan fokus untuk menahan inflasi dari sektor energi dan pangan. Anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2023 akan diarahkan untuk mengantisipasi tekanan inflasi eksternal.

"Inflasi akan tetap dijaga pada kisaran 3,3%. Kebijakan APBN akan tetap diarahkan untuk mengantisipasi tekanan inflasi dari eksternal, terutama inflasi energi dan pangan," kata Presiden Jokowi dalam pidato Penyampaian RUU APBN 2023, Selasa (16/8).

Target inflasi 2023 itu lebih rendah dari proyeksi target inflasi 2022 di kisaran 3,5-4,5%. Inflasi tahun ini cenderung lebih tinggi karena pertimbangan kenaikan harga komoditas global terutama energi dan pangan.

Lebih lanjut, menurut Jokowi, asumsi inflasi pada level 3,3% tersebut menggambarkan keberlanjutan pemulihan di sisi permintaan, terutama akibat perbaikan daya beli masyarakat.Seiring dengan optimisme perbaikan daya beli, pemerintah pun memperkirakan pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 5,3% tahun depan."Kita akan berupaya maksimal dalam menjaga keberlanjutan penguatan ekonomi nasional," kata dia.

Di sisi lain, pemerintah juga memperkirakan rata-rata nilai tukar rupiah di tahun depan bergerak di kisaran Rp 14.750 per dolar AS dan rata-rata suku bunga Surat Utang Negara 10 tahun diprediksi pada level 7,85%. Serta harga minyak mentah Indonesia (ICP) diperkirakan berkisar pada US$ 90 per barel. Lalu, lifting minyak dan gas bumi diperkirakan masing-masing mencapai 660.000 barrel per hari dan 1,05 juta barrel setara minyak per hari.

Baca juga: Presiden Jokowi: Indonesia Mampu Hadapi Pandemi dan Krisis Global

Editor : Kunradus Aliandu (kunradu@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com