Jumat, 15 Mei 2026

Ada 2 Provinsi dengan Inflasi di Atas 8%, Jokowi: Hati-hati!

Penulis : Lenny Tristia Tambun
18 Aug 2022 | 13:24 WIB
BAGIKAN
Joko Widodo. (Foto: Antara)
Joko Widodo. (Foto: Antara)

JAKARTA, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan ada 2 provinsi yang laju inflasinya di atas 8% agar berhati-hati. Karena itu, ia meminta kepala daerah bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Pusat dapat menurunkan dibawah 5% hingga 3%.

Saat memberikan arahan pada kegiatan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi tahun 2022 di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (18/8/2022), Jokowi menyebutkan ada 5 provinsi dengan laju inflasi di atas 5%. Dua diantaranya berada di atas angka 8%.

Kelima provinsi tersebut, Provinsi Jambi dengan inflasi 8,55%; Sumatera Barat dengan inflasi 8,01%; Bangka Belitung sebesar 7,77%; Riau sebesar 7,04%; Aceh di angka 6,97%. Sedangkan inflasi nasional pada akhir Juli 2022 menembus angka 4,94% secara year on year (yoy).

ADVERTISEMENT

Khusus untuk Provinsi Jambi dan Sumatera Barat, Jokowi meminta untuk hati-hati karena laju inflasinya sudah berada di atas 8%. “Jambi, Provinsi Jambi hati-hati sudah berada di angka 8,55%, Sumatera Barat berada di angka 8,01%,” kata Jokowi.

Untuk itu, ia meminta kepala daerah, baik gubernur, bupati maupun wali kota di 5 provinsi tersebut agar melihat secara detail penyebab tingginya laju inflasi di daerah mereka masing-masing. Mereka harus segera bisa menurunkan laju inflasi ke angka di bawah 3%.

“Tolong ini dilihat secara detail, yang menyebabkan ini apa, agar bisa kita selesaikan bersama-sama dan bisa turun lagi di bawah 5%. Syukur bisa di bawah 3%,” ujar Jokowi.

Jokowi mengingatkan kembali kondisi dunia yang masih berada dalam keadaan yang tidak normal. Sehingga seluruh jajaran pemerintah pusat dan daerah harus bekerja dengan melihat secara makro dan mikro serta harus mengetahui detail angka yang pasti.

“Provinsi harus tahu posisi inflasi saya di angka berapa. Nanti saya ke daerah, saya tanya jangan gelagapan, enggak ngerti posisi inflasi provinsinya berada di angka berapa. Mana yang tinggi, mana yang pada posisi normal, mana yang pada posisi rendah, lihat,” tegas Jokowi.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia