Jumat, 15 Mei 2026

Airlangga Hartarto: Inflasi Pangan Stabil, Stok Cadangan Beras Capai 1,5 Juta Ton

Penulis : Triyan Pangastuti
18 Aug 2022 | 13:29 WIB
BAGIKAN
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat konferensi pers Nota Keuangan dan RUU APBN 2023, 16 Agustus 2022.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat konferensi pers Nota Keuangan dan RUU APBN 2023, 16 Agustus 2022.

JAKARTA, investor.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melaporkan inflasi pangan domestik per Kamis (18/8/2022) terpantau dalam kondisi relatif stabil. Hal ini tercermin dari stok cadangan beras di Bulog tercatat masih aman sebesar 1-1,5 juta ton.

"Cadangan beras aman melalui Bulog sekitar 1-1,5 juta ton sedangkan kelembagaan fasilitas kredit usaha rakyat (KUR) sektor pertanian dan sistem resi gudang masih perlu dioptimalkan," ucapnya di Jakarta, Kamis (18/8/2022).

Untuk penyaluran KUR pertanian pemerintah menyediakan anggaran Rp 90 triliun dari total plafon KUR tahun ini Rp 370 triliun. Alokasi KUR pertanian di tahun ini juga sudah meningkat lebih tinggi dari alokasi tahun lalu sebesar Rp 70 triliun.

Meski demikian, Airlangga meminta penyaluran KUR pertanian untuk terus dioptimalkan hingga akhir tahun. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya meningkatkan kerjasama antara daerah, dalam catatanya saat ini sudah ada 111 daerah yang saling bekerja sama terkait daerah yang mengalami surplus (komoditas pangan) dan daerah yang mengalami defisit.

ADVERTISEMENT

"Jumlah kerjasama antara daerah di tahun 93 saat ini meningkat jadi 111 antar daerah yang bekerja sama yang mengalami neraca surplus dan defisit komoditas diperluas jadi kerjasama dapat diperkuat untuk daya tahan daerah tersebut," papar Airlangga.

Lebih lanjut, ia memproyeksi inflasi hingga akhir tahun mampu tembus 4,4-4,8% (yoy). Hal ini disebabkan beberapa faktor tantangan yang menyebabkan laju inflasi di paruh kedua naik. Pertama naiknya harga komoditas global, cuaca hingga faktor produksi yang terjadi di beberapa daerah.

Adapun Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Juli mencapai 4,94% (year on year) atau lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi pada bulan sebelumnya 4,45% (yoy). Sedangkan inflasi inti masih terjaga di level 2,86% (yoy).

Disamping itu, Airlangga melaporkan harga pangan hingga hari ini, relatif sudah stabil bahkan sudah menunjukkan penurunan diantaranya harga beras rata-rata sekitar Rp 10 ribu. Kemudian harga   daging sapi mulai mengalami penurunan, begitu pula dengan daging ayam, gula pasir, bawang merah, bawang putih hingga cabai merah.

"Harga daging ayam sudah dibawah Rp 20 ribu itu malah terlalu rendah. Jadi kami melihat segi inflasi komponen bergejolak atau volatile food pangan sudah relatif terkendali dibandingkan (Lebaran) kemarin terjadi kenaikan demand," jelasnya.

Tak hanya itu secara spasial, kata Airlangga terdapat 30 Provinsi yang realisasi (inflasinya) diatas nasional. Oleh karena itu, ia menekankan perlunya semakin mempererat koordinasi dan sinergi antara tim pengendali inflasi pusat dan tim pengendali inflasi daerah untuk bersama menstabilkan harga dan menjaga ketersediaan pasokan.

Adapun sekitar 78% Kabupaten/Kota dilaporkan sudah memperkuat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) agar stabilisasi harga dapat terjaga, upaya yang dilakukan saat ini lebih baik dibandingkan tahun lalu, karena daerah yang memperkuat TPID-nya hanya sekitar 71%.

"Beberapa daerah yang berprestasi tentu diharapkan dapat diberikan fasilitas dan tambahan tentunya insentif dari ibu Menteri Keuangan,” kata Airlangga.

Sinergi tim pengendali inflasi pusat terus diupayakan melalui empat langkah  yakni keterjangkauan, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi efektif terutama jaga stabilitas dan daya beli.

"Segi keterjangkauan pemerintah berikan stimulus ekonomi program bantuan sosial dari APBN dan APBD. Kemudian Beberapa hal perlu kami jaga dan tentu diantisipasi dalam pengendalian ini, antara lain terkait peran dilakukan pemerintah melalui APBN menahan harga BBM jadi tantangan di kuartal II," tutupnya.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia