Jumat, 15 Mei 2026

Penyesuaian Tarif BBM Naikkan Inflasi Tahun Ini 1,8-2,2%

Penulis : Triyan Pangastuti
5 Sep 2022 | 18:46 WIB
BAGIKAN
Inflasi BPS
Inflasi BPS

JAKARTA, investor.id - Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan memperkirakan, penyesuaian tarif bahan bakar minyak (BBM) subsidi dan nonsubsidi yang mulai berlaku Sabtu (3/9/2022) dampaknya akan relatif terbatas tetapi akan memberikan kontribusi terhadap inflasi 1,8%-2,2% poin (ppt).

Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Abdurohman mengatakan, kebijakan penyesuaian harga BBM subsidi dan nonsubdidi tentu akan berdampak pada naiknya inflasi namun relatif terbatas. Dampak itu berkaitan dengan harga barang-barang lain atau tarif yang ditentukan oleh harga BBM seperti tarif angkutan dalam kota dan angkutan antarkota, kemudian harga barang-barang lain karena naiknya biaya distribusi atau logistik, serta efek naiknya ekspektasi inflasi.

"Dampak penyesuaian harga BBM diperkirakan relatif terbatas, berkisar antara 1,8%-2,2% sehingga inflasi 2022 diperkirakan berada di atas sasaran inflasi pemerintah antara 2% - 4%. Tapi ini masih relatif moderat dibandingkan dengan inflasi di berbagai negara lainnya, seperti Argentina dan Turki yang sudah di atas 70%," ucap dia kepada Investor Daily, Senin (5/9/2022).

Menurut Abdurohman, pemerintah sudah mempertimbangkan banyak aspek secara matang dan detail potensi dampak yang akan ditimbulkan dari penaikan harga BBM sehingga sudah dipersiapkan berbagai upaya antisipasi dan mitigasinya.

ADVERTISEMENT

Sebagaimana diketahui, laju inflasi pada Agustus mencatatkan deflasi sebesar 0,21% dibandingkan Juli 2022, disumbang oleh penurunan harga pangan, terutama hortikultura (cabai, bawang, aneka sayuran lainnya), minyak goreng, dan daging ayam ras.

Kelompok komoditas hortikultura ini telah menjadi penyebab meningkatnya inflasi dalam beberapa bulan lalu. Alhasil, tekanan inflasi pada September 2022 menjadi rendah.

"Dampak penyesuaian harga BBM terhadap inflasi berlangsung dalam jangka pendek, antara 1-2 bulan dan paling lama tiga bulan setelah penerapan, jika dilihat dari inflasi month to month -nya (mtm)," tegas dia.

Editor: Nasori

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 45 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia