Jumat, 15 Mei 2026

2023, Banggar Setujui PMN BUMN Rp 45,84 Triliun

Penulis : Triyan Pangastuti
13 Sep 2022 | 16:12 WIB
BAGIKAN
PT Hutama Karya (Persero) menggarap ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). (Foto: Perseroan)
PT Hutama Karya (Persero) menggarap ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id - Badan Anggaran DPR dan pemerintah menyetujui anggaran penyertaaan modal negara (PMN) kepada enam BUMN sebesar Rp 45,84 triliun pada 2023. PMN ini terdiri atas suntikan modal BUMN dalam bentuk tunai sekitar Rp 42,8 triliun, dan PMN nontunai BUMN sebesar Rp 3,0 triliun.

Sebagaimana dikutip dari rapat Kemenkeu dengan Badan Anggaran DPR, Senin (12/9/2022), PMN yang akan diberikan kepada PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) sebesar Rp 1,5 triliun. Ini akan digunakan untuk penyediaan dukungan likuiditas kepada Lembaga Penyalur KPR FLPP pada porsi 25% untuk membiayai 220.000 unit rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Kemudian, PT Hutama Karya mendapatkan Rp 28,89 triliun. Angaran ini akan digunakan untuk menyelesaikan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) tahap I dan II untuk ruas Betung-Tempo-Jambi, dan Ruas Rengat-Pekanbaru atau Seksi Junction Pekanbaru Bypass Pekanbaru.

Ketiga, PMN diberikan kepada PT PLN sebesar Rp 10 triliun. PMN ini akan digunakan untuk mendanai pembangunan proyek-proyek ketenagalistrikan berupa proyek-proyek sektor transmisi dan distribusi, termasuk di dalamnya pelaksanaan prorgam listrik desa dan pembangkit energi baru terbarukan.

ADVERTISEMENT

Keempat, Perum LPPNPI atau Airnav Indonesia diberi PMN sebesar Rp 659,19 miliar. Dana akan digunakan untuk fasilitas navigasi penerbangan untuk menjamin keselamatan penerbangan, serta kebutuhan untuk menjamin availability dan reliabilitty fasilitas navigasi penerbangan.

PMN juga akan diberikan kepada PT Len Industri senilai Rp 1,7 triliun. Ini akan digunakan untuk pembangunan fasilitas dan peningkatan kapasitas produksi radar, pesawat, kapal, bahan peledak, amunisi, hingga medium tank dan ranpur.

Tak hanya itu, PT Len Industri juga mendapatkan PMN nontunai sebesar Rp 456,25 miliar, yang berasal dari konversi utang piutang SLA/RDI. Dananya akan digunakan untuk meningkatkan likuiditas dan meningkatkan stabilitas perusahaan.

PMN nontunai juga akan diberikan kepada RNI sebesar Rp 2,56 triliun. Anggarannnya berasal dari konversi piutang SLA/RDI sebesar Rp 1,95 triliun dan konversi piutang eks BPPN sebesar Rp 609,66 miliar menjadi PMN. Selain itu, tambahan modal akan digunakan untuk memperbaiki struktur permodalan, dan memperbaiki rasio keuangan guna meningkatkan kapasitas leverage perusahaan.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia