Jumat, 15 Mei 2026

Jurus Jitu Erick Thohir Tingkatkan Kinerja BUMN

Penulis : Muawwan Daelami
15 Sep 2022 | 20:29 WIB
BAGIKAN
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meraih penghargaan sebagai Tokoh Syariah 2022 versi "Investor Best Syariah Awards 2022" oleh Majalah Investor, Kamis (15/9/2022). (BeritaSatu Photo/Uthan MR)
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meraih penghargaan sebagai Tokoh Syariah 2022 versi "Investor Best Syariah Awards 2022" oleh Majalah Investor, Kamis (15/9/2022). (BeritaSatu Photo/Uthan MR)

JAKARTA, investor.id – Jurus jitu Menteri BUMN Erick Thohir dalam mentransformasi perusahaan-perusahaan BUMN telah memperlihatkan dampak positif. Terbukti, selama tiga terakhir, kontribusi kinerja BUMN terhadap pemasukan negara meningkat sebesar Rp 68 triliun.

Erick selalu ingin memastikan perusahaan-perusahaan pelat merah tersebut berada dalam kondisi sehat. Salah satu strateginya adalah menggabungkan sebanyak 108 perusahaan menjadi 41 perusahaan, lalu merampingkan 27 grup menjadi 12 grup.

“Hasilnya, kita bisa lihat, kontribusi BUMN kepada negara selama tiga tahun terakhir adalah Rp 1.198 triliun. Artinya dari jumlah itu, ada kenaikan Rp 68 triliun dibandingkan tiga tahun lalu sebelum pandemi. Kalau kita lihat buku laba bersih tahun ini juga terjadi kenaikan signifikan sekitar Rp 144 triliun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ungkap Erick saat berkunjung ke kantor BeritaSatu Media Holdings (BSMH), Jakarta, Kamis (15/9/2022).

ADVERTISEMENT

Tangan dingin Erick Thohir dalam membenahi BUMN juga bisa dilihat dari ratio utang BUMN-BUMN yang menurun dari semula 38% menjadi 35%. Atau, dalam komposisi yang lain, antara utang Rp 1.500 triliun dan modal yang diinvestasikan sekitar Rp 4.200 triliun, terjadi defisit pada rasio utang sehingga membuat perusahaan-perusahaan BUMN lebih sehat.

Bila BUMN sehat bugar, tutur Erick, maka program ekonomi kerakyatan juga akan dapat mudah terealisasi. Salah satunya mendorong merger PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Permodalan Nasional Madani (PNM), dan PT Pegadaian untuk mendukung UMKM sebagai ujung tombak.

“Jadi, basis ekonomi kerakyatan pembukaan lapangan kerja dan mendorong UMKM menjadi satu kesatuan dengan ekosistem yang benar. Kalau kita lihat data-datanya sekarang, PNM Mekaar ibu-ibu di beberapa desa yang pinjamannya Rp 1-4 juta, tingkat kemacetannya hanya 0,15%. Bahkan saat Covid, jumlah nasabah bisa tumbuh 7,1% dari 5,6%. Artinya, sekarang ada 12,7 juta nasabah PNM Mekaar di desa-desa. Data-data tersebut sekaligus menunjukkan bahwa transformasi BUMN ini valid,” tutur Erick.

Sementara itu, dalam konteks ekonomi syariah, Erick yang juga ketua umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) agak menyayangkan industri halal Indonesia yang cenderung konsumtif, alih-alih produktif. Tercermin, dari tingkat produksi yang belum mampu merangsek ke urutan 10 besar, sedangkan tingkat konsumsinya masuk empat besar.

Sebab itu, Erick memandang perlu untuk mendorong sinergisitas di antara bank-bank syariah agar industri halal ekonomi syariah Indonesia bisa meningkat. Atas pertimbangan itulah, ia menggabungkan bank-bank BUMN syariah menjadi PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS).

Dia menegaskan, hal itu merupakan sejarah baru dalam perjalanan Republik Indonesia di mana memiliki bank syariah yang masuk 10 besar sebagai bank terbesar di Indonesia dengan total aset Rp 260 triliun dan akan terus tumbuh menempati posisi lima teratas.

“Ketika BRIS sudah terbentuk, baru kita bisa mendorong program PNM Mekaar untuk ibu-ibu di desa, mendorong program muslim-preneur agar pesantren dan pengusaha muslim menjadi ekosistem yang memacu pertumbuhan ekonomi kita,” ujar Erick.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia