Menteri Erick Pacu Serapan TKDN hingga 40%
JAKARTA, investor.id – Selain mendorong sejumlah inisiasi untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM), Menteri BUMN Erick Thohir juga mendorong keberpihakan terhadap serapan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Menurut dia, hal itu sejalan dengan Presiden Joko Widodo yang meminta agar serapan TKDN mencapai 40%.
“Kami juga berharap dengan TKDN ini, ada turunan industri agar ekonomi berjalan. Misal di industri rumah sakit, kami dorong penggunaan ventilator buatan dalam negeri. Hal-hal semacam ini, pemerintah perlu intervensi karena serapan TKDN kita 40%. Kita juga harapkan ventilator itu bisa masuk standar rumah sakit Indonesia,” kata Erick saat berkunjung ke kantor BeritaSatu Media Holdings (BSMH), Jakarta, Kamis (15/9/2022).
Terlebih, saat ini penggunaan TKDN sudah memiliki payung hukum sehingga pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun BUMN harus melaksanakannya. “Jadi, kita harus dorong karena industrialisasi dan turunannya harus ada,” pungkas Erick.
Sementara itu, Kementerian BUMN telah menyiapkan cetak biru (blueprint) untuk menekan penggunaan BBM, dengan berbagai inisiasi.
Salah satu inisiasi adalah membangun industri baterai kendaraan listrik nasional dengan menggandeng LG dan investor Tiongkok melalui Indonesia Battery Corporation (IBC) agar terjadi transisi menuju penggunaan kendaraan listrik.
Selain itu, Kementerian BUMN juga mendorong energi alternatif dengan meluncurkan B40, kemudian etanol. “Kita lihat, Brasil kebutuhan BBM ke etanol sudah 67%, India sudah 10%, dan Thailand sudah 28%, masa Indonesia kalah? Berarti ada mix antara EV, etanol, dan B40. Ini untuk menekan kebutuhan BBM kita dengan tiga mix ini,” jelas Erick.
Inisiasi lainnya yaitu menugaskan PT PLN (Persero) untuk membuat program kompor listrik secara gratis dan program gasifikasi batu bara menjadi Dimetil Eter (DME). Hal ini bertujuan untuk menekan impor LPG yang nilainya mencapai Rp 70 triliun.
Adapun inisiasi yang terakhir adalah eco lifestyle. Melalui inisiasi tersebut, Erick berharap seluruh masyarakat dapat berkomitmen untuk melakukan transisi menuju kendaraan berbasis listrik. Bahkan, dirinya telah menerbitkan peraturan menteri (Permen) agar seluruh perusahaan BUMN beralih menggunakan motor dan mobil listrik selama tiga tahun ke depan.
“Jadi, saya tekankan di permen itu yang namanya penggunaan motor dan mobil listrik kita dorong, tapi bukan berarti beli. Bisa sewa secara jangka panjang. Kalau capital expenditure-nya kuat boleh beli. Jangan sampai alasan nanti dividen berkurang gara-gara menteri menyuruh capex baru,” ujar Erick.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






