Menu
Sign in
@ Contact
Search
Managing Partner Inventure Yuswohady di acara Nextgen Summit 2021 sesi diskusi Mencetak Generasi Tangguh yang digelar Beritasatu Media Holdings, Selasa, 6 April 2021.

Managing Partner Inventure Yuswohady di acara Nextgen Summit 2021 sesi diskusi Mencetak Generasi Tangguh yang digelar Beritasatu Media Holdings, Selasa, 6 April 2021.

Hati-hati, PHK di Start-Up Diprediksi Bakal Berlanjut

Rabu, 21 Sep 2022 | 11:28 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Langkah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di sektor start-up diprediksi akan terus berlanjut seiring dengan munculnya keputusan PHK di Shopee Indonesia terhadap 187 karyawannya.

Sebelumnya, pada paruh tahun ini, sektor tersebut memang sudah menuai perhatian terkait hal ini seperti yang dialami TaniHub, Zenius, LinkAja, Pahamify, JD.ID, Mobile Premier League (MPL), dan Lummo.

Baca juga: Shopee PHK Karyawan, Bukalapak dan JD.ID?

"Winter is getting longer. Masa-masa paceklik start-up masih berlanjut dan kian berkepanjangan. Beberapa bulan ke depan layoffs, rightsizing, dan pivoting bakal menimpa start-up  lain,” ucap pengamat pemasaran Inventure Consulting Yuswohady kepada Investor Daily, Rabu (21/9/2022).

Advertisement

Menurutnya,  berakhirnya pandemi rupanya tak serta-merta berarti lolos dari krisis ekonomi global. Setelah recovery sedikit di akhir 2021, kini ekonomi dunia terancam memasuki krisis berikutnya.

Baca juga: Kini Giliran Shopee Indonesia PHK 180 Karyawan, Pesangonnya Segini

Meletusnya perang Rusia-Ukraina, naiknya harga energi dan komoditas, gangguan distribusi global (supply-chain bottleneck), ancaman stagflasi (inflasi tinggi yang diikuti stagnannya pertumbuhan ekonomi), hingga pengetatan finansial global menyebabkan para start-up di tiga pasar utama Tiongkok, India, dan Indonesia harus mengkaji strategi dan kebijakannya. 

“Mereka mendapatkan tekanan dari investor untuk fokus pada profitability, cashflow, dan sustainability. Oleh karena itu, mereka beramai-ramai melakukan cutting cost dan mengamankan runaway setidaknya hingga 3 tahun ke depan,” kata Yuswohady.

Baca juga: Start-up Jatuh Bangun dan PHK, Itu Hal Biasa

Itu sebabnya, sambung Yuswohady, layoff besar-besaran tak terhindarkan lagi, mengingat employee cost merupakan komponen biaya yang cukup besar di kalangan start-up.

Di samping itu rightsizing bahkan pivot akan dilakukan oleh start-up sebagai survival strategy mereka utk lolos dari gonjang-ganjing ekonomi yang tak menentu pasca pandemi.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com