Jumat, 15 Mei 2026

Hati-hati, PHK di Start-Up Diprediksi Bakal Berlanjut

Penulis : Lona Olavia
21 Sep 2022 | 11:28 WIB
BAGIKAN
Managing Partner Inventure Yuswohady di acara Nextgen Summit 2021 sesi diskusi Mencetak Generasi Tangguh yang digelar Beritasatu Media Holdings, Selasa, 6 April 2021.
Managing Partner Inventure Yuswohady di acara Nextgen Summit 2021 sesi diskusi Mencetak Generasi Tangguh yang digelar Beritasatu Media Holdings, Selasa, 6 April 2021.

JAKARTA, investor.id - Langkah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di sektor start-up diprediksi akan terus berlanjut seiring dengan munculnya keputusan PHK di Shopee Indonesia terhadap 187 karyawannya.

Sebelumnya, pada paruh tahun ini, sektor tersebut memang sudah menuai perhatian terkait hal ini seperti yang dialami TaniHub, Zenius, LinkAja, Pahamify, JD.ID, Mobile Premier League (MPL), dan Lummo.

"Winter is getting longer. Masa-masa paceklik start-up masih berlanjut dan kian berkepanjangan. Beberapa bulan ke depan layoffs, rightsizing, dan pivoting bakal menimpa start-up  lain,” ucap pengamat pemasaran Inventure Consulting Yuswohady kepada Investor Daily, Rabu (21/9/2022).

ADVERTISEMENT

Menurutnya,  berakhirnya pandemi rupanya tak serta-merta berarti lolos dari krisis ekonomi global. Setelah recovery sedikit di akhir 2021, kini ekonomi dunia terancam memasuki krisis berikutnya.

Meletusnya perang Rusia-Ukraina, naiknya harga energi dan komoditas, gangguan distribusi global (supply-chain bottleneck), ancaman stagflasi (inflasi tinggi yang diikuti stagnannya pertumbuhan ekonomi), hingga pengetatan finansial global menyebabkan para start-up di tiga pasar utama Tiongkok, India, dan Indonesia harus mengkaji strategi dan kebijakannya. 

“Mereka mendapatkan tekanan dari investor untuk fokus pada profitability, cashflow, dan sustainability. Oleh karena itu, mereka beramai-ramai melakukan cutting cost dan mengamankan runaway setidaknya hingga 3 tahun ke depan,” kata Yuswohady.

Itu sebabnya, sambung Yuswohady, layoff besar-besaran tak terhindarkan lagi, mengingat employee cost merupakan komponen biaya yang cukup besar di kalangan start-up.

Di samping itu rightsizing bahkan pivot akan dilakukan oleh start-up sebagai survival strategy mereka utk lolos dari gonjang-ganjing ekonomi yang tak menentu pasca pandemi.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia