Jumat, 15 Mei 2026

BPS: Inflasi Tahunan Tembus 5,95% 

Penulis : Indah Handayani
3 Okt 2022 | 12:18 WIB
BAGIKAN
Kepala BPS Margo Yuwono
Kepala BPS Margo Yuwono

JAKARTA, investor.id - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, tingkat inflasi sepanjang (Januari–September) 2022 sebesar 4,84%. Sedangkan tingkat inflasi tahun ke tahun (year on year/yoy) sebesar 5,95%.

Kepala BPS Margo Yuwono menjelaskan, komponen inti pada September 2022 mengalami inflasi sebesar 0,30%. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari–September) 2022 sebesar 2,81% dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (September 2022 terhadap September 2021) sebesar 3,21%.

Pada September 2022 terjadi inflasi sebesar 1,17% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 112,87. Dari 90 kota IHK, 88 kota mengalami inflasi dan 2 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Bukittinggi sebesar1,87% dengan IHK sebesar 114,45 dan terendah terjadi di Merauke sebesar 0,07% dengan IHK sebesar 109,49.

ADVERTISEMENT

“Sementara deflasi tertinggi terjadi di Manokwari sebesar 0,64% dengan IHK sebesar 113,97 dan terendah terjadi di Timika sebesar 0,59% dengan IHK sebesar 113,87,” ungkap Margo dalam konferensi pers secara hybrid, Senin (3/10/2022).

Margo menambahkan, inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,20%, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakarrumah tangga sebesar 0,16%, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,35%.

Sedangkan kelompok kesehatan sebesar 0,57%, kelompok transportasi sebesar 8,88 %, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,31%, kelompok pendidikan sebesar 0,21%, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,57%, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,28%.

“Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,30% serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,03%,” paparnya.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia