Jumat, 15 Mei 2026

Wamenkeu Sebut INA Jadi Katalis Investasi Besar Bagi Ekonomi Tanah Air

Penulis : Triyan Pangastuti
12 Okt 2022 | 15:59 WIB
BAGIKAN
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara saat Investor Daily Summit 2022, di Jakarta, Rabu, 12 Oktober 2022. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara saat Investor Daily Summit 2022, di Jakarta, Rabu, 12 Oktober 2022. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

JAKARTA, investor.id- Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara optimistis Indonesia Investment Authority (INA) akan menjadi katalis dari berbagai investasi besar.

"Kami pantau terus INA ini. Apa yang sudah dilakukan baik dari Master Agreement, Head of Agreement, dan seterusnya kita lihat detail yang diminta dilakukan dengan sesuai," kata Suahasil dalam BNI Investor Daily Summit 2022 di JCC, Jakarta, Rabu (12/10/2022).

Sebagaimana diketahui, pemerintah sudah memberikan modal awal INA senilai 5 miliar dolar AS atau Rp 75 triliun. Pada awal pembentukan lembaga pengelola investasi tersebut telah mendapatkan komitmen hingga 25 miliar dolar AS dari mitra investasi.

ADVERTISEMENT

Progress yang telah dilakukan INA sejak pembentukannya telah mengakuisisi dua aset jalan tol di Jaringan Trans Jawa serta berinvestasi di Online Travel Agent (OTA) terbesar di Indonesia melalui private debt deal.

"INA akan terus berfokus pada pelaksanaan investasi dengan perkiraan total pipeline hingga 2,6 miliar dolar AS pada tahun 2022 di berbagai sektor, termasuk beberapa strategi dana tematik," ucapnya.

Adapun Keuangan (Kemenkeu) mencatat sampai dengan 22 Agustus 2022, INA telah menandatangani satu Master Agreement, dua Head of Agreement, tujuh Letter of Intent (LOIs), dua Binding Offer, satu Conditional Sales Purchase Agreement (CSPA), dan 74 Non-Disclosure Agreement (NDA) dengan BUMN, calon investor, penasehat hukum, serta bank.

Menurut Suahasil, pembentukan INA sudah memberikan kemajuan pada berjalannya Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) yang telah dikeluarkan oleh pemerintah pada tahun 2020.

UU Cipta Kerja diarahkan untuk mengatasi tantangan pembangunan dan meningkatkan iklim bisnis dan investasi di Indonesia.

"Kita tidak lupa dengan reformasi di UU Ciptaker ini yang memperbaiki 79 UU. Progress mulai berjalan ini akan jadi katalis buat ekonomi," ucapnya.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 16 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 18 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia