Jumat, 15 Mei 2026

BPS: Industri Pengolahan Sumbang 68,4% Total Ekspor September 2022

Penulis : Arnoldus Kristianus
17 Okt 2022 | 12:42 WIB
BAGIKAN
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto.

JAKARTA, investor.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai ekspor pada September 2022 mencapai US$ 24,80 miliar atau turun 10,99% dibanding ekspor Agustus 2022. Sementara itu, jika dibandingkan dengan posisi September 2021, nilai ekspor September 2022 naik sebesar 20,28%.

Bila dilihat menurut sektor, nilai ekspor terbesar berasal dari industri pengolahan dengan nilai US$ 16,96 miliar atau 68,4% dari total ekspor September 2022. Ekspor sektor industri pengolahan kontraksi 14,24% dibandingkan posisi Agustus 2022 namun mengalami peningkatan 9,33% jika dibandingkan posisi September 2021.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto memaparkan nilai ekspor nonmigas September 2022 mencapai US$ 23,48 miliar, turun 10,31% dibanding Agustus 2022, tetapi naik 19,26% jika dibanding ekspor nonmigas September 2021.

Sedangkan nilai ekspor migas sebesar US$ 1,33 miliar pada September 2022, turun 21,41% dibanding Agustus 2022. Namun demikian, nilai ekspor migas pada September 2022 itu naik 41,8% jika dibanding ekspor migas September 2021.

ADVERTISEMENT

“Penurunan ekspor nonmigas sebesar 10,31% pada September 2022 dibandingkan Agustus 2022 lebih diutamakan peran komoditas lemak dan minyak hewan atau nabati (HS 1)5 yang turun sebesar 31,91%. Komoditas pakaian dan aksesorisnya (HS 61) turun 30,75%. Selanjutnya besi dan baja (HS 72) ini mengalami penurunan 5,87%,” ucap Setianto dalam telekonferensi pers di Kantor BPS, Jakarta, Senin (17/10/2022).

Pada 2021 dan 2022 nilai ekspor bulan September memiliki pola yang sama yaitu mengalami penurunan secara bulanan. Ekspor September masih mengalami peningkatan dengan periode yang sama pada tahun 2021 namun mengalami perlambatan.

Nilai ekspor industri pengolahan yang mencapai US$ 16,96 miliar mengalami kontraksi 14,24% dibandingkan posisi Agustus 2022 namun mengalami peningkatan 9,33% jika dibandingkan posisi September 2021. “Ini utamanya didorong komoditas minyak kelapa sawit, pakaian jadi atau konveksi dari tekstil, peralatan listrik, besi baja, serta kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian,” kata Setianto.

Sektor Pertambangan

Berikutnya ekspor dari sektor pertambangan dan lainya mencapai US$ 6,10 miliar. Sektor ini mengalami pertumbuhan 2,61% jika dibandingkan posisi Agustus 2022 dan menjadi satu-satunya sektor yang mengalami pertumbuhan secara bulanan. Ekspor sektor pertambangan dan lainnya mengalami pertumbuhan pesat hingga 61,83% jika dibandingkan posisi September 2021.

“Sektor pertambangan naik 2,61% secara mtm ini utamanya didorong komoditas bijih tembaga, lignit, bijih logam lainnya , bijih zirkonium, niobium, tantalum, serta bijih besi,” papar Setianto.

Nilai ekspor dari sektor migas mencapai US$ 1,33 miliar pada September 2022, kontraksi 21,41% jika dibandingkan posisi Agustus 2022, namun terjadi pertumbuhan hingga 41,80% jika dibandingkan posisi September 2021. “Migas secara bulanan meningkat 21,41% utamanya didorong oleh penurunan ekspor komoditas gas dan hasil minyak,” kata Setianto.

Nilai ekspor dari sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mencapai US$ 410 juta pada September 2022. Sektor ini mengalami kontraksi 8,65% jika dibandingkan posisi Agustus 2022 namun meningkat 3,55% jika dibandingkan dengan posisi September 2021.

“Ekspor sektor pertanian kehutanan dan perikanan turun 8,65% secara bulanan utamanya didorong oleh komoditas sarang burung, kopi, rumput laut, ganggang, serta hasil hutan bukan kayu lainnya,” pungkas Setianto.

Editor: Nasori

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 16 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 18 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia