Kamis, 14 Mei 2026

IKN Dapat Menjadi Generator Pertumbuhan Ekonomi Domestik

Penulis : Arnoldus Kristianus
19 Okt 2022 | 16:24 WIB
BAGIKAN
Caption Foto: Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN Mohammed Ali Berawi dalam seminar daring bertajuk "Menilik Ibu Kota Nusantara" pada Rabu (19/10/2022). (Investor Daily/Arnoldus Kristianus)
Caption Foto: Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN Mohammed Ali Berawi dalam seminar daring bertajuk "Menilik Ibu Kota Nusantara" pada Rabu (19/10/2022). (Investor Daily/Arnoldus Kristianus)

JAKARTA, investor.id - Kehadiran Ibu Kota Negara (IKN) baru di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur diharapkan akan meningkatkan pemerataan ekonomi. Sehingga berdampak pada peningkatan pertumbuhan ekonomi dan Indonesia bisa mencapai visi Indonesia Emas di tahun 2045. Kehadiran IKN diyakini akan menjadi generator bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN Mohammed Ali Berawi mengatakan pemerintah menargetkan pada tahun 2045 Indonesia akan menjadi negara maju dan masuk dalam salah satu lima besar kekuatan ekonomi dunia. Oleh karena itu diperlukan pertumbuhan ekonomi secara masif.

“Salah satunya adalah membangun generator ekonomi di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini yang menjadi sebuah kontribusi dari IKN sebagai generator ekonomi alat untuk melakukan pemerataan ekonomi dan pertumbuhan ekonomi diharapkan mampu mencapai harapan kita di tahun 2045,” kata Ali Berawi dalam seminar daring bertajuk ‘Menilik Ibu Kota Nusantara’ pada Rabu (19/10/2022).

ADVERTISEMENT

Ali mengungkapkan kehadiran IKN baru merupakan bentuk keseriusan pemerintah bahwa membangun Indonesia melalui Indonesia sentris diharapkan dapat mengurangi ketimpangan, kesenjangan antar daerah. “Bahkan mampu menciptakan lapangan kerja yang bermuara pada penurunan angka pengangguran dan gini ratio,” kata Ali.

Dia mengatakan ada lima target yang harus dipenuhi dalam pembangunan IKN. Pertama yaitu mendorong IKN menjadi kota hijau. Kedua yaitu menjadikan IKN sebagai kota yang sustainable. Dalam hal ini pemerintah membangun IKN baru tetapi tetap memperhatikan aspek lingkungan. 65% wilayah IKN merupakan area yang didedikasikan sebagai tropical forest oleh karena itu memerlukan reforestasi.

“Bagaimana membangun kembali kelayakan tropical forest di Indonesia, Sedangkan 10% lainnya didedikasikan jadi area hijau sebagai taman, food production and extract. Jadi total kita punya 75%. 25% area menjadi urban environment. Dari 256 ribu wilayah IKN 56 ribu akan dibangun sebagai area urban,” kata dia.

Ketiga, lanjutnya, yaitu membangun IKN sebagai kota yang tangguh. Keempat, IKN akan menjadi kota modern dimana akan ada penerapan teknologi pintar (smart technology). Dengan adanya pengembangan teknologi akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dalam pembangunan IKN pemerintah sangat terbuka untuk bekerjasama dengan investor, inovator, dan technology provider untuk bersinergi mengembangkan dan menerapkan teknologi bagi pembangunan kota.

“Kami harapkan IKN ini akan menjadi laboratorium bagi Indonesia untuk melakukan lompatan-lompatan teknologi,” tutur Ali.

Kelima, Ali menyebut IKN bisa menjadi kota yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah menjalankan kebijakan afirmatif. Mulai dari pemberdayaan hingga pelatihan untuk upskilling masyarakat lokal. Pemerintah juga memperkenalkan digital literasi bagi penduduk di wilayah IKN baru.

“Membangun IKN tidak hanya membangun hardware tetapi juga membangun software membangun teknologi digital yang menghubungkan kota. Kita juga membangun brainware yaitu membangun kapasitas dan kapabilitas SDM Indonesia, bahkan tidak hanya SDM Indonesia tetapi juga masuk ke dalam bisnis entitas bagaimana mampu bersaing melalui kolaborasi,” tandas Ali. 

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 11 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 28 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 58 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 1 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia