Jumat, 15 Mei 2026

Pengusaha: Di Tengah Pandemi Ekonomi RI Tumbuh Diatas 5% Itu Prestasi Luar Biasa

Penulis : Tim Investor Daily
20 Okt 2022 | 10:35 WIB
BAGIKAN
Sarman Simanjorang. Foto: Investor Daily/IST
Sarman Simanjorang. Foto: Investor Daily/IST

JAKARTA, investor.id - Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pengembangan Otonomi Daerah Sarman Simanjorang menjelaskan, sejak awal 2020 perekonomian Indonesia dalam dua tahun terakhir memang sangat terpukul akibat pandemi Covid-19 dan hal sama terjadi pada hampir seluruh negara di dunia. Dampaknya, ekonomi Indonesia sempat terkontraksi, namun pemerintahan Jokowi pada akhirnya berhasil mengendalikan dan memulihkannya.

“Ekonomi Indonesia sempat terkontraksi karena saat itu pemerintah hanya fokus menangani Covid-19. Setelah dievaluasi akhirnya pemerintah tidak hanya fokus pada penanganan Covid-19 tapi juga mengamankan ekonomi sehingga ekonomi nasional tetap tumbuh. Sinergitas antarkementerian berjalan, program pembinaan UMKM yang sangat strategis bagi ekonomi berhasil dan ekonomi akhirnya tumbuh positif,” ujar dia kepada Investor Daily, dikutip Kamis (20/10/2022).

Dari kacamata pengusaha, kata Sarman, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap positif dengan rata-rata di atas 5% merupakan prestasi yang luar biasa di tengah kondisi ekonomi negara-negara di dunia yang sudah terpuruk bahkan terancam masuk resesi.

ADVERTISEMENT

Hal itu terjadi karena pemerintah mampu mengambil kebijakan strategis yang bisa menjaga daya beli masyarakat dengan membantu kinerja UMKM, juga menjalankan berbagai program bantuan sosial kepada masyarakat.

“Kinerja pemerintahan ini sangat luar biasa dan hasilnya patut kita syukuri. Apa yang dilakukan pemerintah itu semua bertujuan meningkatkan daya beli dan mendongkrak konsumsi rumah tangga. Kenapa? Karena 60% pertumbuhan ekonomi Indonesia ditopang oleh konsumsi rumah tangga,” papar Sarman.

Pelaku usaha berharap ke depan stimulus ekonomi dan sejumlah relaksasi dan juga berbagai insentif dari pemerintah tetap dipertahankan dan dilanjutkan, mengingat saat ini Indonesia masih dalam proses pemulihan ekonomi. Hal itu diperlukan karena adanya ancaman resesi ekonomi global yang diramalkan terjadi tahun depan, dengan langkah itu maka pelaku usaha bisa memiliki daya tahan yang kuat dari dampak resesi.

“Berbagai program pemerintah, misalnya anggaran untuk belanja barang dan jasa untuk pembelian produk dalam negeri diharapkan bisa terealisasi. Apabila anggaran belanja yang besarnya hampir Rp 1.000 triliun itu benar bisa membeli barang dan jasa dalam negeri maka akan menghidupkan industri dan UMKM sehingga daya tahan ekonomi Indonesia semakin kuat dalam menghadapi krisis global,” papar Sarman.

Sarman juga menuturkan, berbagai bantuan sosial kepada masyarakat juga harus dilanjutkan, termasuk bantuan kepada pekerja dengan gaji di bawah upah minimum. “Subsidi gaji harus tetap dilanjutkan dan disalurkan tepat waktu dan sasaran. Tujuannya agar konsumsi domestik tetap terjaga sehingga pertumbuhan ekonomi tetap tumbuh positif,” ujar dia.

     

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia