Jumat, 15 Mei 2026

Luhut: Biarkan Kami Proses Bahan Mentah dalam Negeri

Penulis : Jayanty Nada Shofa
12 Nov 2022 | 19:01 WIB
BAGIKAN
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan di BNEF Summit di Grand Hyatt Bali, Sabtu (12/11/2022). (B Universe Photo/Jayanty Nada Shofa)
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan di BNEF Summit di Grand Hyatt Bali, Sabtu (12/11/2022). (B Universe Photo/Jayanty Nada Shofa)

BALI, investor.id - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan agar negara maju tidak mempermasalahkan jika negara berkembang seperti Indonesia memproses bahan mentahnya dalam negeri. Pernyataan ini berkaitan dengan upaya hilirisasi yang tengah digencarkan pemerintah.

"Kepada para negara maju, biarkanlah negara berkembang seperti memproses bahan mentah dalam negeri. Kalian berinvestasilah di Indonesia karena ini membantu negara berkembang seperti Indonesia untuk mengatasi kemiskinan dengan memperkenalkan hilirisasi," jelas Luhut di hadapan berbagai pelaku usaha dalam negeri maupun internasional di BNEF Summit di Grand Hyatt Bali, Sabtu (12/11/2022).

"Jadi jangan menghukum kami dengan mengatakan ‘hei, kamu harus mengekspor bahan mentahmu ke negara lain’," imbuh Luhut.

Sebagaimana diketahui, pemerintah sedang menggencarkan hilirisasi nikel. Sejak 1 Januari 2020, Indonesia juga telah memberhentikan ekspor bijih nikel dengan harapan dapat menciptakan nilai tambah atau added value. Data pemerintah yang ditampilkan di BNEF Summit menunjukkan berkat hilirisasi nikel, nilai ekspor besi dan baja dapat mencapai $20,9 miliar di tahun 2021. Bahkan diproyeksikan ekspor besi dan baja bisa menyentuh angka $27,8 miliar di tahun 2022. 

ADVERTISEMENT

Sementara itu, realisasi ekspor MHP (bahan utama baterai berbasis nikel) mencapai $300 juta di tahun 2020, lalu kemudian naik menjadi $1,4 miliar pada tahun 2021. Lalu diperkirakan mencapai $1,9 miliar tahun ini. Luhut menjelaskan terkait pembangunan hilirisasi di kawasan industri Kalimantan Utara (Kaltara).

“Ini adalah sebuah game changer bagi Indonesia karena nilai investasinya mencapai $132 miliar,” jelas Luhut.

Kawasan ini akan memproduksi 3 juta ton electronic alumina, 265 GwH new energy battery, 5 juta besi dan baja, serta 1,4 juta ton industrial & polycrystalline silicon. Kawasan ini juga disebut terdiri dari industri petrokimia terbesar (4x16 juta ton).

Sebagai informasi, keputusan Indonesia untuk melarang ekspor nikel pun membuat Uni Eropa (UE) geram hingga menggugat RI di World Trade Organization (WTO). Dilansir dari situs WTO, status terbaru dari gugatan ini adalah panel telah terbentuk per 29 April 2021.

Adapun BNEF Summit digelar sebagai salah satu side event B20 Summit. Yang akan digelar selama 13-14 November 2022. B20 Summit akan dihadiri oleh lebih dari 3.300  orang, yang mencakup 2.000 pimpinan negara, CEO, dan segenap pemimpin bisnis dari berbagai perusahaan  multinasional yang berasal lebih dari 40 negara.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 45 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 47 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia