Jumat, 15 Mei 2026

Jokowi: Dunia Butuh Dana Darurat Atasi Pandemi US$ 31,1 Miliar

Penulis : Arnoldus Kristianus
13 Nov 2022 | 14:52 WIB
BAGIKAN
Presiden Joko Widodo. (Ist)
Presiden Joko Widodo. (Ist)

NUSA DUA, investor.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan untuk mewujudkan sistem kesehatan global yang lebih handal terhadap krisis, dalam jangka pendek ini dunia harus mempunyai kapasitas pembiayaan untuk mencegah dan menghadapi  pandemi. Pada saat yang sama negara-negara harus membangun ekosistem kesehatan yang  berjalan sinergis dan lintas negara .

"Dibutuhkan pembiayaan sebesar US$ 31,1 miliar setiap tahun untuk sistem pencegahan, persiapan, dan respons terhadap pandemi di masa yang akan datang," ucap Joko Widodo dalam acara Launching Pandemic Fund di Hotel Mulia, Bali pada Minggu (13/11/2022).

Dia menekankan pentingnya keberadaan dana darurat global untuk mengantisipasi terjadinya pandemi. Kondisi pandemi Covid-19 pada awal tahun 2020 menunjukan bahwa semua negara tidak siap menghadapi dampak penyebaran virus yang terjadi.

ADVERTISEMENT

"3 tahun terakhir kita menghadapi disrupsi terberat saat pandemi Covid-19 telah terbukti bahwa dunia tidak siap menghadapi pandemi dunia tidak mempunyai arsitektur kesehatan yang ada untuk mengelola pandemi, " kata dia.

Joko Widodo mengatakan semua negara harus memastikan ketahanan komunitas internasional dalam menghadapi pandemi. Khususnya untuk mencegah terjadinya banyak korban jiwa saat terjadi pandemi.

"Pandemi tidak boleh lagi meruntuhkan sendi-sendi perekonomian global dengan semangat itulah presidensial Indonesia G20 terus mendorong penguatan arsitektur kesehatan global," ucap Joko Widodo.

G20 telah sepakat membentuk dana pandemi bagi kepentingan pencegahan persiapan dan respons terhadap pandemik.

Dia mengajak semua pihak untuk mendukung beberapa inisiatif antara lain pembentukan platform koordinasi penanggulangan darurat kesehatan sebagai dana ekonomi internasional untuk mendukung pemantauan patogen, pengembangan jaringan digital secara global, serta sertifikasi vaksin untuk memfasilitasi keamanan perjalanan internasional dan pembentukan pusat penelitian dan manufaktur yang lebih adil dan merata.

"Serta sertifikasi vaksin untuk memfasilitasi keamanan perjalanan internasional dan pembentukan pusat penelitian dan manufaktur yang lebih adil dan merata," ucapnya.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia