Jumat, 15 Mei 2026

Hari ini, Menteri Investasi Bakal Deklarasikan Bali Kompendium

Penulis : Triyan Pangastuti
14 Nov 2022 | 07:46 WIB
BAGIKAN
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia

BADUNG, Investor.id - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia akan mendeklarasikan Bali Kompendium (Bali Compendium) di InterContinental Bali Resort, Jimbaran, Bali pada Senin (14/11).

Bali Compendium akan menjadi acuan kebijakan masing-masing negara dalam merancang dan melaksanakan strategi untuk menarik investasi berkelanjutan. "Bali Kompendium akan dideklarasikan di hotel InterContinental. Nanti, saya bahas secara khusus secara detil,” kata Bahlil.

Dia menceritakan awalnya negara negara maju yang tergabung dalam G20, belum mengakui adanya konsep hilirisasi. Namun dengan kegigihan pemerintah yang juga meminta dukungan dari negara berkembang yang tergabung dalam G20 seperti Argentina, Brazil, Afrika, India yang memiliki kekayaan sumber daya alam (SDA).

ADVERTISEMENT

"Negara-negara itu memiliki SDA, tapi sebagian negara maju pengennya kita ekspor barang mentah, agar tambah nya bisa ke negara mereka. Sekarang kita sudah capai kesepahaman bahwa negara berkembang diberikan ruang untuk melakukan hilirisasi orientasi nilai tambah ini kabar gembira,"ucapnya.

Sebagai informasi, kesepakatan Kompendium Bali muncul pada awal September saat pelaksanaan Trade, Investment, and Industry Ministerial Meeting (TIIMM) G20 yang menghasilkan kesepakatan ‘ atas Praktik Kebijakan G20 dalam Mempromosikan Investasi untuk Pembangunan Berkelanjutan” atau disebut sebagai Kompendium Bali.

Dengan demikian, maka setiap negara di dunia ini menghargai strategi negara masing-masing dalam merumuskan arah kebijakan investasinya, termasuk membangun hilirisasi, apa yang menjadi prioritas, agar negara lain tidak mengintervensinya.

Saat itu, Bahlil menjelaskan jika kompendium ini disusun dalam rangka mendukung investasi berkelanjutan bagi seluruh negara. "Indonesia boleh menyusun strategi promosinya sendiri, begitu juga negara lainnya. Oleh kareana itu, mereka harus dihargai dalam membuat strategi menurut keunggulan komparatif negaranya masingmasing,” jelas Bahlil.


 

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia