Jumat, 15 Mei 2026

Sektor Bisnis Syariah dan Fintech Disebut Motor Penggerak Ekonomi

Penulis : Mashud Toarik
14 Nov 2022 | 09:29 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi fintech: beritasatu.com/IST
Ilustrasi fintech: beritasatu.com/IST

JAKARTA, investor.id – Perusahaan riset dan konsultan brand, Tras N Co Indonesia memberikan apresiasi bagi perusahaan yang berkecimpung pada sektor bisnis syariah dan finansial teknologi (Fintech), dengan menggelar Top Corporate Finance Award 2022.

Apresiasi diberikan lantaran bisnis syariah dan fintech dinilai telah menjadi motor-motor penggerak ekonomi nasional, di mana kedua sektor bisnis ini telah membarikan banyak kontribusi bagi ekonomi nasional. Dalam acara yang digelar pada 14 November 2022 ini Tras N Co menggandeng Infoekonomi.id.

CEO Infoekonomi, Arief Munajad, mengatakan, dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi sangat besar untuk mengembangkan sektor bisnis syariah yang dapat memberikan kontribusi dalam mencapai target keuangan inklusif termasuk pengembangan keuangan syariah.

Di sisi lain, Arief melanjutkan, Fintech di Indonesia telah berkembang demikian pesat dalam beberapa tahun terakhir, terbukti dengan peningkatan jumlah penyelenggara Fintech berlisensi, makin beragamnya solusi layanan keuangan digital yang ada di pasar saat ini serta pertumbuhan pemanfaatan Fintek dan layanan keuangan digital di masyarakat.

ADVERTISEMENT

Terkait itu pihaknya berinisiatif untuk memberikan apresiasi kepada sektor bisnis syariah dan Fintek berizin resmi yang memiliki pencapaian kinerja yang baik.

“Bagi mereka yang berhasil sesuai penilaian untuk tiga kategori yang telah ditetapkan, yaitu Special Achievement for Sharia Companies dan Business Units, Special Achievement for BPR Sharia dan Special Achievement for Fintech Lending, berhak menerima penghargaan Top Corporate Finance Award 2022,” jelas Arief.

Sementara CEO Tras N Co, Tri Raharjo mengatakan masyarakat dan berbagai pihak eksternal lainnya sangat berkepentingan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan sektor bisnis syariah dan Fintek dalam kinerja perusahaannya dan seberapa popular brand atau corporate awareness-nya di ranah digital.

Dirinya mengatakan, pihaknya melakukan penilaian kinerja keuangan yang baik berdasarkan tiga parameter penilaian, yaitu Digital Corporate Brand Awareness Aspect, Revenue Aspect dan Nett Profit Aspect.

“Kami berharap, penghargaan ini nantinya akan mampu menjadi stimulus perusahaan untuk semakin berkembang dan menjadi kontribusi positif dalam tujuan perusahaan secara keseluruhan,” tutup Tri.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia