Jumat, 15 Mei 2026

Bahlil Dorong Pengusaha Australia Investasi pada EBT

Penulis : Triyan Pangastuti
16 Nov 2022 | 18:30 WIB
BAGIKAN
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia. (ANTARA FOTO/Media Center G20 Indonesia/Fikri Yusuf/nym)
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia. (ANTARA FOTO/Media Center G20 Indonesia/Fikri Yusuf/nym)

BADUNG, ID -  Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mendorong sejumlah CEO perusahaan asal Australia berkolaborasi mendorong hilirisasi dan energi baru terbarukan (EBT), terutama untuk mendukung pengembangan ekosistem industri baterai mobil listrik di Indonesia. Ajakan itu disampaikan dalam pertemuan yang berlangsung baru-baru ini, di Nusa Dua, Badung, Bali. 

"Indonesia dan Australia sama-sama memiliki kekuatan di sektor pertambangan, yaitu termasuk dalam negara-negara produsen terbesar di dunia untuk beberapa komoditi, seperti nikel,"ucap Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam keterangannya, Rabu (16/11).

Selain itu, kata dia, Australia juga memiliki keunggulan sebagai penghasil lithium terbesar dunia, dengan potensi yang juga terdapat di kedua negara. Oleh karena itu, Bahlil mengajak Australia untuk bekerja sama dalam pengembangan ekosistem industri kendaraan listrik di Indonesia.

“Indonesia memiliki pasar yang besar dalam industri kendaraan listrik dengan pemain-pemain global besar yang sudah berinvestasi seperti LG, Foxconn, CATL. Ini merupakan sebuah peluang besar yang dapat dijajaki antara Indonesia dan Australia dengan konsep saling menguntungkan, dalam rangka meningkatkan perekonomian kedua negara”, tutur dia.

ADVERTISEMENT

Dalam pertemuan ini, Senior Commisioner New South Wales Andrew Parker mengungkapkan, kurangnya informasi terkait peluang investasi di Indonesia menjadi tantangan tersendiri dalam mendorong investasi Australia ke Indonesia.

“Para pebisnis Australia merasa kurangnya informasi mengenai proyek investasi yang siap ditawarkan di Indonesia, seperti sektor pertambangan, infrastruktur, pariwisata, dan industri pengolahan limbah,” ungkap Andrew.

Lebih lanjut, Bahlil menegaskan kembali bahwa Indonesia saat ini fokus pada industri hilirisasi, sehingga tidak membutuhkan investasi di sektor pertambangan. "Banyaknya peluang investasi di sektor infrastruktur khususnya pada pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Utara,"ucapnya.

Kementerian Investasi mencatat, realisasi investasi asal Australia pada triwulan III-2022 sebesar US$ 0,2 miliar dan menempati peringkat ke-10. Secara akumulatif sejak 2017-September 2022, realisasi investasi Australia mencapai US$ 2,37 miliar.

Adapun realisasi investasi asal Australia sejak tahun 2017 tersebut didominasi pada sektor pertambangan sebesar US$ 1,28 miliar (54,1%), industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya sebesar US$ 0,8 miliar (8,3%), serta hotel dan restoran sebesar US$ 0,18 miliar (7,4%). 

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia