Jumat, 15 Mei 2026

Bulog Pastikan Pasokan Beras Aman Untuk Enam Bulan Kedepan

Penulis : Ridho Syukra
18 Nov 2022 | 10:42 WIB
BAGIKAN
Direktur Utama Perum BULOG Budi Waseso saat memberikan keterangan pers berkaitan dengan Kesiapan Stok Beras Nasional Menjelang Tahun Baru 2022, di Jakarta, Selasa (28/12/2021). Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Direktur Utama Perum BULOG Budi Waseso saat memberikan keterangan pers berkaitan dengan Kesiapan Stok Beras Nasional Menjelang Tahun Baru 2022, di Jakarta, Selasa (28/12/2021). Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

JAKARTA,investor.id- Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso memastikan pasokan beras nasional yang dikuasai pemerintah dalam jumlah aman untuk enam bulan ke depan dan segera digelontorkan kapan saja melalui operasi pasar setiap hari sekaligus sebagai upaya mempertahankan stabilitas harga pangan.

“ Masyarakat jangan khawatir, Bulog menjamin kebutuhan beras tersedia di masyarakat dengan harga terjangkau walau di pasaran ada sedikit kenaikan harga, kami melakukan pantauan secara terus menerus di tengah situasi saat ini ,agar tetap terkendali,” ujar dia di Jakarta, Jumat (18/11).

Pria yang akrab dipanggil Buwas ini mengatakan, hal itu berkaitan dengan munculnya isu mengenai ancaman kelangkaan pangan yang tidak berdasar, pihaknya juga melakukan pemantauan intensif terkait harga beras.

Terjadinya kenaikan harga beras karena beberapa faktor baik eksternal maupun internal seperti anomali cuaca, kenaikan BBM dan juga situasi dalam negeri yang memasuki musim tanam.

ADVERTISEMENT

Kegiatan Operasi Pasar atau Program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) dilakukan sepanjang tahun dan terbukti efektif menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.

Sampai dengan 18 November 2022 pihaknya,sudah menggelontorkan beras operasi pasar di seluruh Indonesia dengan jumlah total 1 juta ton. Jumlah stok yang dikuasai Bulog saat ini 625 ribu ton beras dalam negeri dan Bulog juga sudah melakukan kerjasama dengan mancanegara dengan menyimpan stok sebanyak 500 ribu ton beras komersil yang berada di luar negeri.

“ Total stok yang kami punya sekarang sudah hampir 1,2 juta ton yang tersimpan di gudang Bulog di seluruh Indonesia ditambah stok beras komersil hasil kerjasama di luar negeri,” ujar dia.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 53 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 54 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia