Jumat, 15 Mei 2026

Bahlil: Pemerintah Tegas Jalankan Hilirisasi

Penulis : Arnoldus Kristianus
26 Nov 2022 | 05:00 WIB
BAGIKAN
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia program ‘Obrolan Malam Fristian’ di BTV, Jumat (25/11/2022).
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia program ‘Obrolan Malam Fristian’ di BTV, Jumat (25/11/2022).

JAKARTA, investor.id - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan langkah pemerintah menjalankan hilirisasi komoditas tambang seperti nikel dan timah dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah yang berujung ke peningkatan kesejahteraan rakyat. Meski sempat ditentang oleh banyak pihak, tetapi pemerintah tegas untuk menjalankan hilirisasi.

“Negara jangan dikendalikan pengusaha dan negara jangan ditakut-takuti negara lain. Pemerintah yang mengendalikan pengusaha melalui arah kebijakan negara. Negara lain enggak boleh intervensi kita karena kita punya kewenangan sendiri,” ucap Bahlil dalam program ‘Obrolan Malam Fristian’ di BTV, Jumat (25/11/2022).

Pemerintah secara tegas sudah menetapkan kebijakan untuk melakukan hilirisasi. Langkah tersebut dimulai dengan melarang ekspor nikel ore, meskipun banyak rintangan saat menjalankan kebijakan tersebut. Bahkan Indonesia juga digugat oleh negara lain ke organisasi perdagangan dunia (World Trade Organization/WTO). Hal ini juga menunjukkan leadership Presiden Joko Widodo yang tidak bisa diintervensi oleh pihak lain khususnya yang terkait untuk kepentingan rakyat.

ADVERTISEMENT
Bahlil: Pemerintah Tegas Jalankan Hilirisasi
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia program Obrolan Malam Fristian di BTV, Jumat (25/11/2022).

“Pemerintahan Joko Widodo sangat keras menentukan sikap dalam melarang ekspor barang mentah. Tujuannya adalah hilirisasi. Apalagi untuk kepentingan rakyat misalnya nikel, digertak dibawa ke WTO kami layani. Presiden Joko Widodo bilang lawan, negara-negara kita gak boleh diatur pengusaha. Kayak begini dong pemimpin, jangan jadi pemimpin memble,” kata Bahlil.

Menurut Bahlil, saat memulai melakukan hilirisasi dirinya didatangi banyak pihak yang menyatakan bahwa hilirisasi akan membawa banyak risiko bagi Indonesia. Khususnya dalam hal kehilangan pendapatan negara dari sektor pertambangan. Padahal bila pemerintah bisa menjalankan hilirisasi dengan baik justru akan memberikan efek positif bagi perekonomian domestik. Sebab hilirisasi menciptakan nilai tambah, menciptakan lapangan pekerjaan berkualitas, menjaga kedaulatan lingkungan kita dalam pengelolaan dan ekspor kita bisa terjaga.

“Mengenai hilirisasi nikel, dulu neraca perdagangan kita tahun 2016-2017 defisit US$ 18 miliar tahun 2021 tinggal US$ 2 miliar. Kita sudah ekspor hasil hilirisasi nikel US$ 20,9 miliar. Di tahun ini diperkirakan mencapai US$ 27 miliar ini kan hilirisasi masif,” ucap Bahlil.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia