Jumat, 15 Mei 2026

Indonesia dan Inggris Mulai Kerja Sama Efisiensi Energi

Penulis : Grace El Dora
28 Nov 2022 | 12:34 WIB
BAGIKAN
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif (tengah) bersama Duta Besar Inggris untuk Indonesia Owen Jekins (kiri) dengan Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Dadan Kusdiana saat meluncurkan program Partnering for Accelerated Climate Transition (UK-PACT) di Kantor Kementerian ESDM Jakarta pada 28 November 2022. (Foto: ANTARA/M. Baqir Idrus Alatas)
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif (tengah) bersama Duta Besar Inggris untuk Indonesia Owen Jekins (kiri) dengan Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Dadan Kusdiana saat meluncurkan program Partnering for Accelerated Climate Transition (UK-PACT) di Kantor Kementerian ESDM Jakarta pada 28 November 2022. (Foto: ANTARA/M. Baqir Idrus Alatas)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah Indonesia dan Inggris Raya bekerja sama dalam program Partnering for Accelerated Climate Transition (UK-PACT) atau disebut Mentari Energy Efficiency. Ini dimaksudkan untuk pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) melalui efisiensi energi di sektor bangunan dan gedung.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyatakan efisiensi energi sangat penting, mengingat baru-baru ini terjadi krisis energi di tingkat nasional hingga global.

“Semakin kita efisien menggunakan energi, paling tidak kita sudah mengurangi beban diri kita sendiri. Ini yang harus dipahami dan menjadi satu komitmen kita bersama,” kata dia saat acara peluncuran UK-PACT di Jakarta, Senin (28/11).

ADVERTISEMENT

Menimbang hal tersebut, Arifin mengatakan setiap orang diminta memahami persoalan emisi gas rumah kaca sebagai tanggung jawab yang perlu diselesaikan bersama-sama oleh seluruh pihak, bukan tanggungan orang lain atau pemerintah saja.

Menurut dia, emisi yang dikeluarkan di pusat-pusat pembakaran energi memberikan dampak sangat besar terhadap lingkungan maupun kesehatan.

Berdasarkan target pemerintah, pengurangan emisi yang diharapkan tercapai pada 2030 sebesar 314 juta ton, mengingat energi fosil seperti batubara dan minyak masih dominan digunakan.

Di sektor kelistrikan, diperkirakan beban emisi CO2 mencapai 290 juta ton di 2030 dengan kontribusi gedung dan bangunan sebesar 20 juta ton CO2.

Menurut Arifin, gedung yang digunakan sebagai kantor Kementerian ESDM sudah dilengkapi dengan sejumlah teknologi guna mereduksi emisi CO2, antara lain Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap, Solar Photovoltaics (PV), dan sistem pengendali pemakaian listrik di sejumlah ruangan.

“Kita merasakan nikmatnya keberadaan kita di kantor (atau) di rumah dengan fasilitas Air Conditioner (AC), memasak, dan lain sebagainya. Ini harusnya menjadi concern kita,” ucapnya.

Dengan kesamaan visi, dia menganggap program untuk efisiensi energi di Indonesia dapat berjalan mudah sebagaimana program Mentari yang memperoleh dukungan pula dari beberapa negara Eropa lainnya.

Dia mengharapkan peluncuran program ini menjadi pemicu bagi industri kecil elektronik agar dapat memproduksi alat seperti thermostat, yang memiliki fungsi shut off sytem untuk membantu penghematan energi maupun pengurangan emisi.

“Tentu saja hal ini harus kita sosialisasikan tidak hanya di Jakarta, tapi juga di daerah-daerah. Tentu saja ini perlu gerakan sosialisasi massal, bagaimana kita bisa mengedukasi, kemudian juga bisa memasyarakatkan pengertian-pengertian bahwa hemat energi berkaitan dengan hemat emisi juga menjaga kesehatan kita, menghemat biaya perawatan kesehatan kita,” ujar Arifin.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 14 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia