Jumat, 15 Mei 2026

Perihal Target Investasi Rp 1.200 Triliun, Menteri Bahlil: Saya Janji Akan Tercapai

Penulis : Muawwan Daelami
29 Nov 2022 | 22:50 WIB
BAGIKAN
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia.
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia.

TANGERANG, investor.id – Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia optimistis target investasi tahun 2022 sebesar Rp 1.200 triliun akan terpenuhi pada Desember tahun ini.

“Saya berjanji akhir Desember 2022 target investasi Rp 1.200 triliun akan kita capai,” kata Bahlil dalam seminar nasional bertajuk 'Intelektualitas dan Integritas Generasi Muda: Investasi Masa Depan Kepemimpinan Nasional' di Universitas Pelita Harapan (UPH), Lippo Village, Tangerang, Selasa (29/11/2022).

Keyakinan Bahlil itu didasari oleh target pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas 5,3%. Menurutnya, target tersebut hanya akan tercapai bilamana target investasi pada tahun ini terpenuhi.

ADVERTISEMENT

Sebab itu, perolehan investasi harus tinggi karena enjadi kata kunci untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan daya saing di Indonesia di pentas global.

Sepanjang 2021, Bahlil mengungkapkan bahwa Kementerian Investasi berhasil menghimpun dana investasi sebanyak Rp 901 triliun, lebih tinggi dari jumlah yang ditargetkan Presiden Joko Widodo sebesar Rp 900 triliun atau bila mengacu pada RPJM 2021 yang sebesar Rp 896 triliun.

Capaian yang melampaui target itulah yang kemudian mendorong presiden mematok investasi tahun 2022 lebih tinggi dibandingkan tahun 2021. Menurut Bahlil, merealisasikan target presiden tersebut bukanlah pekerjaan mudah, namun ia berkeyakinan akan berhasil.

Terbukti, seusai perhelatan akbar G20 di Bali, Indonesia berhasil meneken dana investasi senilai US$ 8 miliar atau setara Rp 125 triliun dan komitmen investasi lain yang belum diteken.

Artinya, kata Bahlil, Indonesia kini menjadi salah satu negara tujuan investasi para investor dan disegani banyak orang.

“Bahkan saya katakan kepada delegasi-delegasi negara G20, semua negara G20 sudah merdeka. Tidak boleh ada satu negara yang merasa lebih berhak dan berkuasa untuk mengintervensi negara lain. Kita harus berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah dalam kesetaraan dan Indonesia masuk sebagai negara yang mencoba memainkan peran dan diikuti negara lain dalam arah kebijakan ke depan,” tutup Bahlil.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia