Menu
Sign in
@ Contact
Search
Duta Besar Inggris untuk Indonesia, ASEAN dan Timor Leste H.E. Owen Jenkins. foto: www.gov.uk

Duta Besar Inggris untuk Indonesia, ASEAN dan Timor Leste H.E. Owen Jenkins. foto: www.gov.uk

Dubes Inggris: Inggris Siap Bantu Kembangkan Infrastruktur Transportasi Indonesia

Rabu, 30 Nov 2022 | 07:59 WIB
Fajar Widhiyanto (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - Inggris telah lama ikut berperan dalam upaya pengembangan infrastruktur di Indonesia. Baru-baru ini sejumlah lembaga finansial dan engineering Inggris juga diberitakan telah menyatakan minatnya untuk ikut membantu mengembangkan proyek Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta, termasuk menyatakan minatnya untuk ikut mengembangkan proyek Kereta Cepat di Tanah Air.

Jejak keterlibatan pemerintah Inggris beserta mitra usahanya dalam pengembangan infrastruktur di Indonesia setidaknya terlihat di dua kota besar di Pulau Jawa.

Pertama, lewat UK Global Infrastructure Programme atau Program Infrastruktur Global Inggris (GIP), Inggris terlibat dalam skema kerja sama teknis dalam infrastruktur yang didanai oleh Pemerintah untuk dilaksanakan mengembangkan rancangan Bisnis Awal Transportasi Perkotaan di Bandung. Berikutnya di kota Surabaya Inggris dan mitra swastanya terlibat dalam upaya menghasilkan rencana transformasi perkotaan untuk kawasan Putat Jaya untuk memastikan pertumbuhannya sebagai lingkungan yang layak huni dan dinamis.

Untuk mengetahui lebih jauh keterlibatan Inggris bersama mitra swastanya dalam pengembangan proyek infrastruktur di Indonesia, simak perbincangan Majalah Investor dengan Duta Besar Inggris untuk Indonesia, ASEAN dan Timor Leste H.E. Owen Jenkins, yang merupakan hasil tanya jawab yang dilakukan secara tertulis baru-baru ini.

Advertisement

Bagaimana Anda melihat potensi pembangunan infrastruktur di Indonesia?

Indonesia telah berinvestasi cukup signifikan di sektor infrastruktur dalam beberapa tahun terakhir, dan punya rencana yang serius untuk mengembangkannya lebih lanjut. Perkembangan besar tidak hanya di Jakarta, tetapi juga di banyak wilayah Indonesia, terutama Jawa, Bali, Sumatera, dan pengembangan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan. Semua ini menawarkan peluang yang signifikan untuk memastikan keberlanjutan dan pertumbuhan yang bersih akan menjadi inti dari pembangunan infrastruktur Indonesia.

Pemerintah Inggris senang bisa mendukung Indonesia pada momen yang sangat penting ini. Terdapat potensi yang sangat besar untuk menjalin kemitraan baik antar pemerintah maupun dengan sektor swasta.

Kami bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan, Kementerian Keuangan, Bappenas, dan lembaga terkait untuk mengembangkan kemitraan yang berarti guna mendukung pembangunan infrastruktur. Perusahaan asal Inggris juga tertarik untuk bermitra, yang beberapa di antaranya sudah aktif terlibat dalam beberapa proyek, sementara yang lainnya sedang menjajaki peluang baru. Kami sangat ingin melihat kemitraan ini tumbuh dan kami berharap dapat mendukung Indonesia seiring dengan pertumbuhan ambisi infrastrukturnya.

Bisa dielaborasi di sektor mana saja Inggris berminat untuk bermitra dengan Indonesia dalam pembangunan infrastrukturnya. Sektor infrastruktur mana yang dianggap paling menarik untuk kemitraan?

Inggris adalah mitra lama Indonesia dalam pembangunan infrastruktur, dan kami terus membina hubungan yang lebih erat melalui kemitraan kami yang terbaru di bidang transportasi dan pertumbuhan bersih, di samping transfer pengetahuan dan teknologi yang ada. Kami senang menjadi Negara Mitra untuk Indonesia Infrastructure Week 2022.

Sebanyak 7 (tujuh) perusahaan asal Inggris yang terkemuka telah hadir di Paviliun Inggris saat Infrastructure Connect 2022. Mereka mencari kemitraan baru di sisi konsultansi, manajemen proyek dan biaya, sistem keselamatan jalan raya dan solusi konstruksi, standardisasi global, dan pengembanngan platform digital untuk mendukung kolaborasi infrastruktur.

Lebih banyak lagi perusahaan Inggris yang telah bekerja sama dengan mitra mereka di Indonesia, terutama di bidang perkeretaapian dan kendaraan listrik. Teknologi inovatif Inggris dari perusahaan Inggris Advanced Electric Machines menyediakan mesin untuk bus antar-jemput resmi di ajang G20. Sementara itu Crossrail International terlibat dalam berbagi keahlian untuk mendukung pembangunan perkeretaapian di Indonesia. Yang lainnya, seperti Mott Macdonald, aktif memberikan konsultansi pengembangan seluruh proyek transportasi.

Inggris akan terus mendukung ambisi Indonesia untuk mengembangkan infrastruktur yang berkelanjutan, dengan memanfaatkan teknologi Inggris, memberikan pengetahuan dan finansial untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur Indonesia di masa depan. Untuk melakukan ini, kami akan bekerja sama dengan entitas usaha di Inggris, menghubungkan mereka dengan mitra di Indonesia, dan selanjutnya mendukung agenda infrastruktur berkelanjutan di Indonesia.

Disebutkan bahwa ada minat Inggris untuk ikut membangun MRT di Indonesia, apakah benar?

Ya, kami sangat mendukung ambisi pemerintah untuk mengembangkan MRT lebih jauh. Pada bulan Mei lalu, Pembiayaan Ekspor Inggris dan Badan Kredit Ekspor Inggris (UK Export Finance dan UK Export Credit Agency), telah mengajukan pernyataan minat untuk membiayai hingga US$1,25 miliar untuk proyek MRT Jakarta.

Pekan lalu di sela-sela ajang B20, saya menandatangani Letter of Intent (LoI) dengan Kementerian Perhubungan untuk bekerja sama dalam pembangunan kereta api, khususnya MRT. Dalam perjanjian tersebut Inggris memiliki posisi sebagai mitra pembiayaan utama bersama dengan mitra lainnya seperti Jepang dan Korea.

Perusahaan-perusahaan Inggris berperan pada pembuatan desain dari bagian paling sulit dari terowongan fase pertama MRT Jakarta. Sejumlah perusahaan ini terus bekerja sama dengan mitra Indonesia untuk mendukung pengembangan MRT lebih lanjut. Crossrail International, Alstom, dan Standard Chartered Bank telah menandatangani MoU untuk mendukung proyek ini.

Keterlibatan industri perkeretaapian kami lebih dari sekadar (ikut membantu mengembangkan, red) MRT. Perusahaan-perusahaan Inggris juga menunjukkan keahlian mereka dalam mendukung pengembangan LRT Jakarta, termasuk pengembangan dari awal menjadi sistem yang beroperasi penuh hanya dalam waktu 2 tahun. Saya mengerti Indonesia juga berdiskusi dengan perusahaan yang berbasis di Inggris tentang bagaimana mereka dapat mendukung LRT Jabodebek dan mungkin (termasuk pengembangan, red) Kereta Cepat ke Bandung. Saya sangat yakin bahwa Inggris akan terus memainkan peran penting dalam pertumbuhan dan perkembangan sistem transportasi massal di Indonesia, dan kami bangga dapat mendukung perjalanan ini.

Bagaimana Inggris dan Indonesia berkolaborasi dalam pendanaan pembangunan infrastruktur?

Inggris berkomitmen untuk memperkuat kemitraan bilateral kami dengan Indonesia di bidang infrastruktur. Pembiayaan Ekspor Inggris (UKEF) menawarkan akses pendanaan hingga miliaran poundsterling untuk mewujudkan proyek-proyek besar infrastruktur berkelanjutan, dengan teknologi, layanan, dan keahlian berkualitas tinggi dari Inggris. Di Indonesia UKEF menyediakan pertanggungan sebesar £4 miliar dan secara aktif mengejar sejumlah proyek pertumbuhan bersih.

Sejauh ini proyek infrastruktur apa saja yang telah dikembangkan Inggris di Indonesia?

Yang pertama adalah lewat UK Global Infrastructure Programme atau Program Infrastruktur Global Inggris (GIP), yang merupakan skema kerja sama teknis dalam infrastruktur yang didanai oleh Pemerintah Inggris, dan dilaksanakan oleh Infrastruktur Inggris dan Otoritas Proyek. Pekerjaannya termasuk mengembangkan rancangan Bisnis Awal Transportasi Perkotaan di Bandung.

Berikutnya lewat Program Kota Masa Depan Global (The Global Future Cities Programme/GFCP) kami mendukung mitra Indonesia melalui tiga program senilai £6 juta. Pertama di Bandung dalam upaya mendukung integrasi semua moda angkutan umum. Kedua di kota Surabaya dalam upaya menghasilkan rencana transformasi perkotaan untuk kawasan Putat Jaya untuk memastikan pertumbuhannya sebagai lingkungan yang layak huni dan dinamis. Ketiga masih di kota Surabaya terkait ketahanan bencana gempa bumi, termasuk meninjau tata aturan bangunan di kota tersebut.

Program selanjutnya adalah UK Partnering for Accelerated Climate Transition (UK PACT) yang melansir kemitraan transportasi bilateral unggulan senilai £9 juta selama tiga tahun untuk membiayai lima proyek transportasi rendah karbon di Indonesia.

Editor : Fajar Widhi (fajar_widhi@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com