Jumat, 15 Mei 2026

Tak Gentar dengan Gugatan WTO, Pemerintah Tetap Jalankan Hilirisasi Bauksit

Penulis : Arnoldus Kristianus
30 Nov 2022 | 13:40 WIB
BAGIKAN
Presiden Joko Widodo (Jokowi)
Presiden Joko Widodo (Jokowi)

JAKARTA, investor.id - Presiden Joko Widodo mengatakan meski pemerintah kalah dalam gugatan terkait nikel oleh Uni Eropa di Badan Penyelesaian Sengketa Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), namun pemerintah tetap konsisten melanjutkan hilirisasi.

Pemerintah akan melakukan banding dan menambah komoditas yang akan dilakukan hilirisasi setelah nikel, yaitu timah. "Meski kalah di WTO atas gugatan Uni Eropa, tidak apa-apa, saya sampaikan ke menteri, nanti babak yang kedua, hilirisasi bauksit. Artinya bahan mentah bauksit harus diolah di dalam negeri agar kita mendapatkan nilai tambah, setelah itu bahan-bahan lain. termasuk hal-hal kecil, urusan kopi, usahakan jangan diekspor dalam bentuk bahan mentah, sudah hampir 100 tahun kita mengekspor itu," ucap Presiden Joko Widodo dalam acara Rapat Koordinasi Nasional Investasi 2022 yang berlangsung secara hibrida di Hotel Ritz Carlton pada Rabu (30/11).

Joko Widodo mengatakan, dengan adanya hilirisasi produk komoditas ekspor akan meningkatkan nilai tambah. Oleh karena itu pemerintah menghentikan ekspor produk mentah dan mulai mendirikan pabrik pengolahan.

ADVERTISEMENT

"Begitu didapatkan investasinya, kita bangun, kerja sama pusat dan daerah, nilai tambah itu akan diperoleh," ucap Joko Widodo.

Dia mencontohkan, dengan adanya hilirisasi nikel, ekspor nikel meningkat pesat. Sebelumnya dalam lima tahun lalu, nilai ekspor nikel dalam bentuk bahan mentah hanya US$ 1 miliar atau sekitar Rp 19 triliun. Namun pada 2021 atau setelah hilirisasi berjalan, nilai ekspor nikel mencapai US$ 20,8 miliar atau sekitar Rp 300 triliun. "Dari Rp 20 triliun meloncat ke Rp300 triliun lebih, 18 kali lipat kalau dihitung nilai tambahnya," kata Joko Widodo.

Joko Widodo menuturkan keberhasilan hilirisasi berkontribusi positif terhadap neraca perdagangan domestik. Saat ini neraca perdagangan Indonesia sudah surplus selama 29 bulan berturut-turut.

"Neraca perdagangan kita sudah 29 bulan selalu surplus yang sebelumnya selalu negatif. Berpuluh-puluh tahun, baru 29 bulan lalu surplus," ucap Joko Widodo.

Menurut Joko Widodo, gugatan Uni Eropa karena mereka memiliki banyak pabrik pengolahan komoditas tambang, sehingga jika Indonesia melakukan hilirisasi, mereka bisa menutup industri pengolahan dan meningkatnya jumlah pengangguran.

"Karena industrinya banyak di sana, kalau dikerjakan di sini, maka di sana ada pengangguran, pabrik tutup, industri tutup. Tapi kan kita ingin maju, negara kita ingin menjadi negara maju, kita ingin buka lapangan kerja. kalau digugat saja kita takut, tidak jadi. kita tidak akan jadi negara maju, jadi saya sampaikan pada menteri, terus, tidak boleh berhenti di nikel, terus ke yang lain," ucap Joko Widodo.

Tingkatkan Investasi

Dalam kesempatan yang sama Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia mengatakan, pihaknya meyakini kebijakan hilirisasi menjadi langkah tepat untuk meningkatkan investasi. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu mendukung langkah pemerintah dalam upaya melakukan hilirisasi komoditas ekspor dan siap memberikan bantuan dalam upaya mempermudah perizinan.

"DPMPTSP seluruh Indonesia mengharapkan agar kebijakan ini sekalipun kita ditekan dari sana sini, tetap kita pertahankan. Siapa pun yang melakukan intervensi, kita harus jalan terus, termasuk dengan WTO. Jadi mereka mengatakan bahwa negara kita ini jangan diatur. Karena itu mereka semua taat untuk hilirisasi jalan terus," kata Bahlil.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia