Jumat, 15 Mei 2026

Jokowi: Kinerja Ekonomi Cukup Menggembirakan

Penulis : Ichsan Ali
1 Des 2022 | 16:17 WIB
BAGIKAN
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat berpidato dalam penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Tahun 2023 di Istana Negara, Kamis 1 Desember 2022.  (B-Universe Photo/Ichsan Ali)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat berpidato dalam penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Tahun 2023 di Istana Negara, Kamis 1 Desember 2022. (B-Universe Photo/Ichsan Ali)

JAKARTA, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) merasa senang alias happy dengan kinerja ekonomi Indonesia yang terlihat dari pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan surplus volume perdagangan. Meski demikian, semua pihak perlu mewaspadai ancaman global.

"Kerja ekonomi Indonesia cukup menggembirakan. Pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua 2022 tumbuh 5,44% dan di kuartal ketiga tumbuh lebih baik yaitu 5,72%," tutur Jokowi dalam pidatonya saat menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) tahun 2023 di Istana Negara, Kamis (1/12/2022).

Jokowi juga menyampaikan volume perdagangan Indonesia tumbuh 58%. Sedangkan tingkat inflasi masih cukup terkendali di level 5,8%. "Ini adalah kerja keras kita semua, tingkat inflasi masih cukup terkendali sekitar 5%, terakhir saya mendapat angka 5,8 % di saat rata-rata inflasi dunia di atas 10% dan bahkan ada yang mencapai lebih dari 75%," jelas Jokowi.

ADVERTISEMENT

Dia menjelaskan, Indonesia juga mengalami surplus perdagangan selama 30 bulan berturut-turut. Selain harus disyukuri, ia menekankan pentingnya mewaspadai ekonomi global.

"Tetapi sekali lagi perlu saya ingatkan kita tetap harus waspada dan hati-hati, semuanya harus memiliki perasaan yang sama bahwa keadaan sekarang ini utamanya ekonomi global tidak berada pada posisi normal," tambah Presiden dalam pidatonya.

Usai pidato, Presiden secara simbolis menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) kepada kementerian dan lembaga yang memiliki nilai kinerja penganggaran tinggi.

Adapun 14 kementerian dan lembaga tersebut adalah Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertanian, Kementerian Pendidikan Kebudayaan dan Ristek, Kementerian Agama, dan Kementerian Pertahanan. Selain itu ada Kepolisian Negara Republik Indonesia, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan Kementerian Perindustrian.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia