Jumat, 15 Mei 2026

Bulog Serap Stok Beras di Penggilingan, Tidak Jadi Impor?

Penulis : Herman
2 Des 2022 | 16:06 WIB
BAGIKAN
Pekerja memanggul karung beras di Gudang Perum Bulog Divre DKI Jakarta dan Banten, Kelapa Gading. (ANTARA FOTO/Galih Pradipta/hp)
Pekerja memanggul karung beras di Gudang Perum Bulog Divre DKI Jakarta dan Banten, Kelapa Gading. (ANTARA FOTO/Galih Pradipta/hp)

JAKARTA, investor.id - Perum Bulog telah melakukan penyerapan beras dari berbagai wilayah berdasarkan data yang disampaikan Kementerian Pertanian (Kementan) kepada Bulog pada 30 November 2022 lalu sebanyak 610.632 ton. Namun bukan berarti langkah impor untuk memenuhi cadangan beras pemerintah (CBP) di gudang Bulog tidak jadi dilakukan.  Pasalnya saat ini proses penyerapan masih berjalan, sehingga belum bisa dipastikan apakah data yang disampaikan Kementan sesuai dengan kondisi real di lapangan.

"Kita belum dapat pastikan apakah stok fisik yang ada sama dengan data yang disampaikan (Kementan, red)," kata Sekretaris Perusahaan Perum Bulog Awaludin Iqbal saat dihubungi Beritasatu.com, Jumat (2/12/2022).

Awaludin menegaskan, pada prinsipnya harus ada stock on hand yang dikuasai pemerintah (CBP) sebanyak 1-1,5 juta ton, terutama pada bulan-bulan tidak ada atau kurang panen.

ADVERTISEMENT

"Untuk memenuhi stok tersebut, bisa dilakukan dengan pembelian beras, baik dari dalam negeri atau dari luar negeri," tegas Awaludin.

Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) di kesempatan sebelumnya telah menegaskan, di tengah kondisi stok beras di gudang Bulog yang kian menipis, impor memang tidak mutlak dilakukan. Saat ini Bulog juga masih terus menyerap beras dari petani. Namun di saat yang bersamaan, langkah impor perlu dipertimbangkan untuk mengantisipasi apabila produksi di dalam negeri tidak mencukupi.

Stok beras di gudang Bulog saat ini semakin menipis berada di kisaran 500 ribuan ton. Bulog sendiri sesuai arahan Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Bidang Perekonomian pada 8 November 2022 diminta untuk memenuhi cadangan beras pemerintah (CBP) sampai dengan 1,2 juta ton di akhir tahun ini.

“Kita masih menyerap beras dari petani. Tetapi kita harus antisipasi manakala produksi dalam negeri tidak terpenuhi targetnya, jadi opsinya ditambahi dengan impor. Ini kan masalah perut, kebutuhan yang tidak bisa ditunda karena ini menyangkut kecepatan. Kita berpacu dengan waktu. Nanti kalau kita tidak dapat dan kemudian negara lain menutup, kemudian angkutan tidak ada, bisa jadi masalah besar buat kita,” kata Budi Waseso.

Meskipun nantinya langkah impor akan diambil, Buwas mengatakan belum tentu Bulog bisa memenuhi jumlah yang ditugaskan. Apalagi saat ini seluruh dunia penghasil beras juga tengah menghadapi ancaman krisis pangan.

"Belum bisa jaminan umpamanya penugasan dari negara 500 ribu ton kita bisa dapat segitu, atau umpanya penugasan 500 ribu ton saya laksanakan 500 ribu ton. Saya harus menjaga produktivitas dari petani, jadi tetap saya utamakan produktivitas dari petani. Ini yang terus saya ambil sambil dikuatkan dari impor kalau tidak terpenuhi. Kalau sudah terpenuhi, ya tidak perlu impor,” kata Buwas.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 54 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia