Jumat, 15 Mei 2026

Indef Prediksi Inflasi Tahun 2023 di Kisaran 6-7%

Penulis : Arnoldus Kristianus
5 Des 2022 | 16:03 WIB
BAGIKAN
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani dalam acara Rilis Survei Nasional Indikator Politik Indonesia pada Senin (11/7/2022). (Investor Daily/Arnoldus Kristianus)
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani dalam acara Rilis Survei Nasional Indikator Politik Indonesia pada Senin (11/7/2022). (Investor Daily/Arnoldus Kristianus)

JAKARTA,investor.id - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) memperkirakan inflasi tahun 2023 akan berada di kisaran 6-7%. Angka ini di atas target pemerintah dalam APBN 2023, yaitu 3,6%. Dari sisi inflasi pangan, pemerintah mulai bisa menjaga stabilitas harga pangan melalui kebijakan insentif daerah.

Ekonom Senior Indef Aviliani mengatakan, tingginya inflasi tahun 2023 masih bisa diantisipasi Indonesia. Langkah pemerintah memberikan insentif ke pemerintah daerah turut meningkatkan kemandirian pangan di daerah sehingga menjaga laju inflasi daerah.

“Saya melihat inflasi tahun depan bisa di bawah 7%, tetapi masih 6%, karena kemandirian pangan akan tumbuh dari masyarakat secara grassroot dan yang kedua secara konglomerasi sekarang sudah mulai main di pangan,” ucap Aviliani dalam Seminar Proyeksi Ekonomi Indonesia 2023 "Mengelola Ketidakpastian Ekonomi di Tahun Politik" pada Senin (5/12).

ADVERTISEMENT

Aviliani mengatakan, saat ini di asosiasi provinsi ada kerjasama antar provinsi untuk memenuhi kebutuhan pangan di domestik bisa dipenuhi tidak harus ketergantungan terhadap impor. Namun pada saat yang sama bila kondisi nilai tukar rupiah masih di angka Rp 15 ribu pada tahun 2023 maka akan mempengaruhi harga pangan dari sisi industri makanan dan minuman.

“Saya coba konfirmasi ke beberapa perusahaaan makanan dan minuman, mereka mengatakan kalau rupiah pada posisi Rp 15 ribu terus mereka tidak mampu mempertahankan harga. adi akan ada kenaikan harga-harga khususnya makanan minuman di tahun depan Jadi akan ada kenaikan harga-harga khususnya makanan minuman di tahun depan,” kata Aviliani.

Sementara itu harga komoditas diperkirakan tetap akan tinggi di tahun 2023 namun tidak setinggi di tahun 2022. Tingginya harga komoditas berdampak langsung ke penerimaan negara sebab windfall komoditas meningkatkan penerimaan negara.

“Jadi pemerintah tahun depan sampai kuartal III masih akan mendapatkan windfall komoditas yang kedu banyak negara masih melarang ekspor maka kita akan diuntungkan dengan minyak kelapa sawit dan batu bara ini masih akan terjadi di tahun depan,” tandas Aviliani.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 47 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 57 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia