Kamis, 14 Mei 2026

Kasus Covid-19 Melandai, Pemerintah Bubarkan KPC PEN Akhir 2022

Penulis : Triyan Pangastuti
20 Des 2022 | 19:33 WIB
BAGIKAN
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menyampaikan sambutannya pada acara Indonesia Halal Industry Award (IHYA) 2022 di Jakarta, Jumat (9/12).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menyampaikan sambutannya pada acara Indonesia Halal Industry Award (IHYA) 2022 di Jakarta, Jumat (9/12).

JAKARTA,Investor.id - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan Komite Penanganan Pandemi Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) akan berakhir pada akhir tahun 2023.

Hal ini sejalan dengan melandainya pandemi Covid-19 dan tidak dianggarkannya kembali dana khusus untuk KPC-PEN di tahun 2023. "KPC-PEN akan selesai akhir tahun ini,"ucapnya saat ditemui di Hotel Fairmont, Selasa (20/12).

Sebagaimana diketahui, realisasi dana PEN mencapai Rp 330,7 triliun sampai 9 Desember 2022. Angka ini sekitar 72,6% dari total dana yang dianggarkan.

ADVERTISEMENT

Realisasi belum sampai 100%, karena terkendali dan melandainya kasus covid-19 di Tanah Air. Alhasil anggaran yang dikeluarkan pemerintah tidak sebesar saat kasus pandemi covid-19 naik.

Terkait sisa anggaran PC-PEN menjelang tutup tahun sebesar Rp 124,29 triliun, menurut dia, akan dikembalikan ke kas negara (Kementerian Keuangan). "Ditarik ke Kementerian Keuangan,"ucapnya.

Lebih lanjut, Airlangga menceritakan, pengalaman menangani pandemi covid-19 yang paling menegangkan terjadi pada Maret 2020. Lantaran Presiden Joko Widodo mengumumkan dua warga negara Indonesia (WNI) terjangkit virus corona. Pengumuman ini pun berdampak pada volatilitas indeks saham.

"Yang paling menegangkan itu pada Maret tahun 2020 saat sesudah diumumkan kemudian indeks harga saham Bursa Efek Turun turun dalam," kata Airlangga.

Tak hanya itu, saat awal terjadi pandemi juga menjadi titik yang gelap, karena belum ada obat-obatan, alat pelindung diri (APD), dan bahkan masker pun hilang. "Jadi itu adalah APD yang diekspor tidak boleh diekspor, tetapi kita harus mengurus bea cukai dan urusan diplomasi dan itu adalah di awal menangani covid yang paling menegangkan," ucapnya.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 43 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 52 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia