Jumat, 15 Mei 2026

Teori Standard Saja Tak Cukup, Jokowi Ingatkan Situasi Ekonomi Global Sulit Diprediksi

Penulis : Herman
21 Des 2022 | 12:39 WIB
BAGIKAN
Presiden Jokowi dalam Outlook Perekonomian Indonesia 2023, Rabu (21/12/2022). (Youtube/Sekretariat Presiden)
Presiden Jokowi dalam Outlook Perekonomian Indonesia 2023, Rabu (21/12/2022). (Youtube/Sekretariat Presiden)

JAKARTA, Investor.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan tantangan yang dihadapi kini dan ke depan tidaklah mudah. Kondisi ekonomi global masih penuh dengan ketidakpastian, sehingga berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia.

"Situasi yang kita hadapi saat ini bukan situasi yang gampang, situasinya sangat sulit diprediksi, sulit dihitung," ungkap Jokowi dalam acara Outlook Perekonomian Indonesia Tahun 2023, di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (21/12/2022).

Jokowi mengungkapkan, teori-teori standar sudah sulit dipakai untuk memprediksi kondisi perekonomian ke depan. “Semuanya sekarang ini ke luar, tidak berdasarkan pakem-pakem yang ada. Betul-betul situasi yang sangat sulit,” ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Dia juga mengingatkan bahwa Indonesia pernah menjadi salah satu negara yang masuk dalam kategori fragile five atau rentan terpuruk di dunia. “Kita tahu di 2014 dan 2015, kita ini masih masuk dalam fragile five, masih dimasukkan ke dalam negara yang rentan terpuruk bersama lima negara yang lain. Kalau kita ingat, ketika itu ada taper tantrum,” ujarnya.

Pada 2014, Indonesia mencatatkan defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) berada di angka US$ 27,5 miliar, kemudian di 2015 berada di angka US$ 17,5 miliar. Sementara itu, neraca dagang Indonesia di 2014 mencatatkan defisit sebesar US$ 2,2 miliar.

“Pada saat itu, saya sampaikan kepada para menteri, kita harus berani mengubah ini, mereformasi struktural kita agar hal-hal yang membahayakan ekonomi ekonomi makro kita bisa kita lakukan, termasuk urusan surat berharga negara (SBN),” ujarnya.

Jokowi mengatakan, kondisi ini saat ini berbalik, neraca transaksi berjalan Indonesia pada kuartal III 2022 sudah surplus sebesar US$ 8,9 miliar, atau setara 0,9% dari PDB. Defisit APBN sampai akhir tahun juga diperkirakan tinggal 2,49%. “Artinya perbaikan-perbaikan itu begitu nyata dan kelihatan dalam angka-angka,” ujar Jokowi.


 

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 39 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 43 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 3 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 3 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia