Komitmen PT Freeport Indonesia Menuju Energi Bersih
JAKARTA, investor.id - PT Freeport Indonesia (PTFI) terus berkomitmen menuju energi bersih. Salah satunya dengan pengelolaan tambang bawah tanah dengan menggunakan kereta listrik.
Presiden Direktur PTFI Tony Wenas mengatakan, selain untuk mempermudah pengangkutan material tambang, penggunaan kereta listrik juga berdampak pada pengurangan emisi karbon.
“Dengan adanya kereta listrik ini kita dapat mengurangi emisi karbon. PTFI sudah berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon 30 persen pada tahun 2030 dan sekarang ini sudah tercapai energi bersi22 persen. Jadi pada 2030 kami yakin bisa tercapai pengurangan emisi karbon sebesar 30 persen,” ungkap Tony.
Sejumlah langkah-langkah konkret yang dilakukan untuk menguatkan komitmen ini di antaranya penggunaan kereta listrik dan mengganti PLTU dengan tenaga listrik yang lebih bersih.
Sebelumnya pada Juni 2022 lalu, PT Freeport Indonesia menerima penghargaan Sustainable Business Awards (SBA) untuk kategori Highly Commended. Dalam ajang penghargaan SBA Indonesia ke-9 yang diadakan secara virtual ini, PTFI menjadi salah satu dari 20 perusahaan terbaik, serta satu-satunya perusahaan dari Papua yang mendapatkan rekognisi atas praktik keberlanjutan sektor usaha yang dinilai berdasarkan 12 pilar keberlanjutan.
Penyelenggaraan SBA sendiri bertujuan untuk mengapresiasi perusahaan-perusahaan di Asia Tenggara yang telah menunjukkan komitmen keberlanjutan mereka. Pencapaian yang diraih PTFI menunjukkan komitmen dunia usaha dalam merealisasikan program-program keberlanjutan di berbagai sektor yang mencakup pemberdayaan masyarakat, tata kelola perusahaan yang baik, dan pelestarian lingkungan.
PT Freeport Indonesia sendiri menargetkan penanaman 10.000 hektare hutan mangrove pada tahun 2041 mendatang. Sebelumnya PTFI sudah melakukan reklamasi Grasberg seluas 432 hektare, 1.100 hektar di lahan limbah tambang, rehabilitasi hutan di Jayapura seluas 4.200 hektare serta penanaman mangrove baru yang sudah hampir 500 hektare.
Ke depan, semakin banyak permintaan untuk menuju energi bersih, dikarenakan semakin banyak negara yang concern akan hal ini. Harga komoditas tembaga juga diprediksi akan merangkak naik mencapai 8 kali lipat 2030. Namun, PT Freeport Indonesia memastikan tidak akan mendulang peluang dengan adanya prediksi ini.
“Permintaan untuk tembaga akan sangat tinggi. Namun PTFI memproduksi tembaga sebagai produk utama tetap melakukan sesuai sequence mining yang sudah direncanakan, tidak serta merta karena harga semakin tinggi produksi tembaga juga tinggi, sudah sesuai dengan main plan, semua dilakukan secara sequence dengan semua business plan sampai 2041,” ujar Tony.
Editor: Yurike Metriani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






