Jumat, 15 Mei 2026

Joko Widodo: Perekonomian Domestik Diujui Tahun Ini

Penulis : Arnoldus Kristianus
17 Jan 2023 | 10:36 WIB
BAGIKAN
Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Presiden Joko Widodo (Jokowi).

JAKARTA,investor.id - Pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kisaran 5,2-5,3% tahun 2022. Hal ini tidak lepas dari perbaikan indikator perekonomian nasional sepanjang tahun 2022.

Namun pemerintah mewaspadai sejumlah faktor yang akan mempengaruhi kondisi perekonomian, baik domestik maupun global, pada 2023 ini.

“Diperkirakan pertumbuhan year on year pada 2022 mungkin 5,2-5,3%. Ini sebuah prestasi yang sangat baik. Meskipun kita bisa melalui tahun turbulensi ekonomi tahun 2022, hati-hati tahun 2023 dan masih menjadi tahun ujian bagi ekonomi kita maupun ekonomi global,” ucap Presiden Joko Widodo dalam Rapat Koordinasi Nasional Kepala Daerah dan Forkompinda Tahun 2023 di Sentul pada Selasa (17/1).

ADVERTISEMENT

Dia mengingatkan, seluruh pihak, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, untuk menjalankan kebijakan yang tepat. Dalam hal ini pemerintah pusat dan daerah harus memiliki ketepatan data, sehingga bisa menghasilkan kebijakan yang tepat.

“Semuanya harus hati-hati, semua harus bekerja keras mendeteksi informasi, dan data-data yang ada di lapangan jangan sampai kita keliru membuat kebijakan. Sekecil apapun kebijakan itu harus berbasis pada data dan fakta-fakta di lapangan,” kata Joko Widodo.

Jokowi mengungkapkan bahwa Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) memprediksi 1/3 ekonomi dunia akan resesi . Guncangan ekonomi terjadi akibat pandemi dan perang Rusia-Ukraina hingga memicu 47 negara masuk menjadi pasien IMF.

“Bahkan, negara yang tidak terkena resesi ratusan juta penduduknya merasakan seperti sedang resesi. Ini 47 negara dan yang lain masih mengantri di depan pintu IMF, sehingga kita harus memiliki frekuensi yang sama dalam menghadapi situasi yang tidak mudah ini,” kata Joko Widodo.

Hal lain yang harus menjadi perhatian adalah upaya pemerintah dalam menjaga laju inflasi. Mengutip data Badan Pusat Statistik tingkat inflasi Month to Month (m-to-m) Desember 2022 sebesar 0,66% dan tingkat inflasi Year to Date (y-to-d) Desember 2022 sebesar 5,51%.

“Saya minta seluruh Gubernur. Bupati, dan Walikota bersama-sama dengan Bank Indonesia terus memantau harga-harga barang dan jasa yang ada di lapangan sehingga selalu terdeteksi sedini mungkin sebelum kejadian besar datang. Bisa kita kejar dan antisipasi untuk kita selesaikan,” kata Joko Widodo.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 26 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 58 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 1 jam yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia