Jumat, 15 Mei 2026

Luhut: BYD dan Tesla Sudah Melakukan Finalisasi Investasi di Indonesia

Penulis : Arnoldus Kristianus
17 Jan 2023 | 17:59 WIB
BAGIKAN
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan memberikan sambutan khusus saat acara BNI Investor Daily Summit 2022, di Jakarta, Rabu 12 Oktober 2022. (BeritasatuPhoto/David Gita Roza)
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan memberikan sambutan khusus saat acara BNI Investor Daily Summit 2022, di Jakarta, Rabu 12 Oktober 2022. (BeritasatuPhoto/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan produsen mobil besar di dunia akan melakukan investasi di Indonesia. Beberapa perusahaan yang sudah melakukan finalisasi adalah BYD Automobile Co Ltd dan Tesla.

“Kalau kita lihat BYD yang nomor satu di dunia, nomor dua tesla, dan seterusnya. Ini semua sudah memfinalisasi perjanjian Indonesia dengan keputusan kita yang sudah di rapat kabinet dan kita bisa announce segera. Pemain besar dunia akan masuk ke Indonesia,” ucap Luhut dalam Rapat Koordinasi Nasional Kepala Daerah dan Forkompinda Tahun 2023, Selasa (17/1/2023).

Dia mengatakan kebijakan investasi, dan insentif didorong untuk menciptakan ekosistem yang komprehensif dan berdaya saing tinggi. Pemerintah berupaya memberikan fasilitasagar meningkatkan minat investor menanamkan modal di Indonesia, khususnya yang berkaitan dengan kendaraan listrik.

ADVERTISEMENT

“Ini akan membuat kita menjadi tujuan investasi yang bagus sekali. Hal tersebut juga ditunjang lagi oleh keberhasilan G20. G20 merupakkan satu terobosan luar biasa yang diapresiasi sampai di Davos ini mereka memberikan puja-puji terhadap penyelenggaraan dan outcome G20 yang kita lalui beberapa waktu yang lalu,” kata Luhut.

Sebelumnya, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah sedang mengatur formulasi agar dapat memberikan kemudahan sehingga investor dapat berpartisipasi dalam pembangunan ekosistem baterai kendaraan listrik di Indonesia. Sebab industri ini dinilai memiliki potensi besar dan dapat menciptakan lapangan kerja.

"Jadi ke depan yang kita bangun adalah ekosistem pembangunan EV (electric vehicle) dan motor itu rata-rata penciptaan lapangan pekerjaan karena hari ini kita tahu beberapa negara lain seperti Thailand banyak sekali memberikan 'sweetener' yang merangsang untuk industrinya dibangun dalam negara mereka. Indonesia tidak boleh kalah," tutur Bahlil.

Menurut Bahlil, pemerintah harus mengoptimalkan potensi industri tersebut. Sebagai negara dengan penduduk terbesar ke empat di dunia Indonesia memiliki pasar yang besar. Dengan potensi tersebut seharusnya Indonesia tidak hanya konsumen namun juga produsen bahkan melakukan ekspor.

"Jangan sampai pasar kita dilakukan penetrasinya dengan produk-produk dari luar negeri. Kita harus jaga dan kita juga mampu melakukan penetrasi pasar ekspor,” kata Bahlil. 

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 6 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia