Jumat, 15 Mei 2026

Soal Hilirisasi, Jokowi: Kita Harus Berani

Penulis : Chairul Fikri
31 Jan 2023 | 22:28 WIB
BAGIKAN
Presiden Jokowi dalam wawancara bersama Direktur Pemberitaan B-Universe Apreyvita Wulansari di program BeritaSatu Spesial bertajuk Tantangan dan Harapan, yang disiarkan secara langsung oleh BTV, Selasa (31/1/2023).
Presiden Jokowi dalam wawancara bersama Direktur Pemberitaan B-Universe Apreyvita Wulansari di program BeritaSatu Spesial bertajuk Tantangan dan Harapan, yang disiarkan secara langsung oleh BTV, Selasa (31/1/2023).

JAKARTA, investor.id – Pemerintah telah melarang ekspor bahan mentah untuk komoditas nikel, lalu bauksit, dan kemungkinan juga tembaga. Kebijakan hilirisasi tersebut untuk mewujudkan kemakmuran rakyat Indonesia.

"Setiap negara berhak menyejahterakan rakyatnya dan kita tahu kekayaan alam yang diambil di sini seharusnya digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat kita,” tegas Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat diwawancara secara eksklusif oleh Direktur Pemberitaan B-Universe Apreyvita Wulansari di Istana Negara, yang disiarkan BTV, Selasa (31/1/2023).

“Masa iya kita punya sumber daya alam kita mau olah dan pakai buat kemakmuran rakyatnya enggak boleh," lanjut Jokowi.

ADVERTISEMENT

Menurut dia, kebijakan hilirisasi yang ditetapkan pemerintah bisa menambah keuntungan Indonesia berkali-kali lipat.

"Dari proses hilirisasi ini, akan bisa menambah keuntungan kita. Kita bisa membuka lowongan pekerjaan bagi rakyat kita, kita bisa pungut pajak karyawan, bisa dapat PPN, bisa dapat royalti, bisa dapat PNBP. Artinya, keuntungan negara bisa berkali-kali lipat dibanding kita ekspor bahan mentah ke luar," lanjutnya.

"Jadi, jangan sampai ada negara yang berani memaksa kita untuk ekspor ke mereka. Karena ini kan barang-barang kita sendiri, kekayaan alam kita sendiri masa enggak boleh kita olah sendiri di negara kita," tegas Jokowi.

Lebih lanjut Jokowi mengatakan, Indonesia tidak pernah menutup diri terhadap minat investor yang ingin menanamkan modalnya ke Indonesia.

"Silakan kalau mau berinvestasi di Indonesia, buka pabrik di Indonesia, buka industri di Indonesia sehingga terbuka lapangan pekerjaan sebesar-besarnya demi kemakmuran bangsa kita," sebut Jokowi.

Dia menambahkan, kebijakan hilirisasi ini sangat penting dilakukan untuk bisa membuat Indonesia ke depan lebih maju. "Kalau kita enggak berani menghadapi tekanan itu, kita enggak akan bisa jadi negara yang besar, dan enggak akan punya rakyat yang sejahtera. Maka itu, kita harus berani demi kemajuan masyarakat kita," ujar Jokowi.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 51 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia