Harga Pangan Pendorong Inflasi 0,34% pada Januari 2023
JAKARTA,investor.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada Januari 2023 sebesar 0,34%. Angka ini dipicu kenaikan harga bahan makanan.
Tingkat inflasi year to date (y-to-d) Januari 2023 sebesar 0,34%. Tingkat inflasi y-on-y komponen inti Januari 2023 sebesar inflasi y-on-y sebesar 3,27%, inflasi m-to-m sebesar 0,33%, dan inflasi y-to-d sebesar 0,33%.
“Komoditas penyumbang inflasi secara bulanan adalah beras, cabai merah, ikan segar, dan cabai rawit,” ucap Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers di Kantor BPS pada Rabu (01/02/2023).
Menurut Margo, inflasi Januari 2023 yang sebesar 0,34% relatif lebih rendah, dibandingkan inflasi Januari tahun sebelumnya sebesar 0,56%. Andil inflasi terbesar berasal dari kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi 0,34% da memberikan andil 0,34% terhadap inflasi Januari 2023.
“Bila dirinci inflasi beras januari 2023 kalau dibandingkan januari 2022 dimana saat itu pda Januari 2022 terjadi inflasi 0,94% dan memberikan andil inflasi 0,03%,” kata Margo.
Catatan BPS menunjukan komoditas beras mengalami inflasi 2,34% dan memberikan andil 0,07% pada inflasi Januari 2023. Angka ini jauh ini lebih tinggi dibandingkan Desember 2022 dimana beras mengalam inflasi 2,30%. Bila dibandingkan Januari 2022 dimana saat itu pada Januari 2022 terjadi inflasi 0,94% dan memberikan andil inflasi 0,03%.
“Jadi kalau dilihat pergerakan waktunya inflasi beras dibandingkan bulan Desember terjadi kenaikan dibandingkan Januari 2022,” kata Margo.
Komoditas cabai merah mengalami inflasi 10,90% dan memberikan andil 0,04% pada inflasi Januari 2023. Bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya terjadi kenaikan sebab pada Desember 2022 hanya terjadi 2,34%. Begitu juga dengan posisi Januari 2021 yang pada saat itu terjadi deflasi 15,88%.
Komoditas ikan segar mengalami inflasi 1,39% dan memberikan andil 0,04% pada inflasi Januari 2023. Inflasi januari 2023 lebih tinggi dari inflasi desember 2022 yang sebesar 1,13%. Tetapi kalau dibandingkan januari 2022 maka lebih rendah karena inflasi Januari 2022 yang sebesar 1,43% dengan andil 0,04%
Komoditas cabai rawit mengalami inflasi 17,85% dan memberikan andil 0,03% pada inflasi Januari 2023. Angka ini lebih tinggi dari inflasi Desember 2022 yang sebesar 15,77% dengan andil 0,03%. Posisi inflasi cabai rawit Januari 2023 juga lebih tinggi dari posisi Januari 2021 yang pada saat itu terjadi inflasi 0,30%.
Dari 90 kota yang dipantau BPS tercatat 80 kota mengalami inflasi dan 10 kota deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Gunungsitoli sebesar 1,87% dan deflasi terdalam terjadi di Timika sebesar 0,60%. Adapun komoditas penyumbang inflasi di Kota Gunungsitoli yaitu beras (0,51%), cabai merah (0,38%), angkutan udara (0,28%), daging ayam ras (0,15%), dan cabai rawit (0,11%), dan minyak goreng (0,08%).
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler

