Minggu, 4 Juni 2023

Pemerintah Tinjau Kembali Rasio Kuota Ekspor Minyak Sawit

Grace El Dora
7 Feb 2023 | 20:24 WIB
BAGIKAN
Orang-orang mengendarai sepeda motor melewati truk-truk yang membawa tandan buah segar kelapa sawit untuk dibongkar di sebuah pabrik di Aceh Barat, Indonesia pada 17 Mei 2022. (Foto: Antara Foto/Syifa Yulinnas/ via REUTERS/Files)
Orang-orang mengendarai sepeda motor melewati truk-truk yang membawa tandan buah segar kelapa sawit untuk dibongkar di sebuah pabrik di Aceh Barat, Indonesia pada 17 Mei 2022. (Foto: Antara Foto/Syifa Yulinnas/ via REUTERS/Files)

JAKARTA, investor.id – Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI akan meninjau rasio kuota ekspor minyak sawit, di tengah kenaikan harga minyak goreng dalam negeri.

Pemerintah memberlakukan apa yang disebut Kewajiban Pasar Domestik (DMO) pada minyak sawit, di mana perusahaan diperbolehkan mengekspor hanya setelah mereka menjual sebagian produksinya di dalam negeri.

Saat ini, pemerintah mengatur harga minyak sawit yang dijual dengan skema DMO yang disalurkan ke program minyak goreng murah.

Baca juga: Indonesia Tangguhkan Beberapa Izin Ekspor Minyak Sawit

Advertisement

Pihak berwenang juga akan meninjau harga yang ditetapkan untuk DMO, kata pernyataan yang dilansir dari Reuters, Selasa (7/2). Di bawah kebijakan DMO, harga minyak sawit mentah saat ini dibatasi pada Rp 9.300 (US$ 0,61) per kilogram dan harga minyak goreng (refined, bleached, and deodorized/ RBD Palm Olein) dibatasi pada Rp 10.300.

Indonesia saat ini mengizinkan perusahaan untuk mengekspor enam kali lipat volume yang telah dijual ke pasar domestik.

Sebagai produsen minyak sawit utama dunia, pemerintah menangguhkan beberapa izin ekspor minyak sawit yang ada hingga akhir April 2023, kata pejabat. Pasalnya, eksportir telah mengakumulasi kuota besar untuk pengiriman dari akhir tahun lalu.

Baca juga: Pemerintah Tingkatkan Peran Petani dalam Produksi Sawit Bekelanjutan

Namun, pihak berwenang mengatakan perusahaan bisa mendapatkan kuota ekspor tambahan jika mereka memasok pasar domestik.

Kelompok industri Dewan Minyak Sawit Indonesia menegaskan kembali bahwa perusahaan minyak sawit memiliki sedikit urgensi untuk meningkatkan penjualan DMO mereka, demi mengamankan kuota ekspor karena permintaan ekspor yang lemah dan pungutan ekspor yang tinggi.

“Pajak ekspor US$ 52 per ton harus ditangguhkan sampai setelah Idul Fitri,” kata ketua Sahat Sinaga, Selasa. Dengan demikian, perusahaan kelapa sawit didorong untuk mengekspor dan pada gilirannya meningkatkan pemenuhan DMO mereka untuk mendapatkan lebih banyak kuota ekspor.

Baca juga: Pemerintah akan Larang Ekspor Listrik EBT, Begini Pertimbangannya

Kontrak patokan minyak sawit Malaysia naik lebih dari 2% pada Selasa, menyusul langkah pemerintah RI.

Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Dapatkan info hot pilihan seputar ekonomi, keuangan, dan pasar modal dengan bergabung di channel Telegram "Official Investor.ID". Lebih praktis, cepat, dan interaktif. Caranya klik link https://t.me/+ijaEXDjGdL1lZTE1, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca Berita Lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Pengambilan Api Dharma & Air Berkah Buka Ritual Waisak 2567 BE

Diharapkan melalui pengambilan Api Dharma, umat dan bangsa Indonesia dapat lebih bahagia, tenang, damai dan sejahtera.
Finance 5 jam yang lalu

Java Jazz, Momentum BNI Geber Pemasaran Kartu Kredit ke Milenial

BNI Java Jazz Festival 2023 menjadi momentum PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) memasarkan produk kartu kredit ke kalangan milenial.
Finance 5 jam yang lalu

Digitalisasi Tuai Korban di Inggris, Lloyds Grup Bakal Tutup 144 Cabang

Penggunaan 53 cabang Lloyds Bank Group turun rata-rata 55% dalam lima tahun terakhir.
Business 6 jam yang lalu

Kisah Sukses Perempuan Muda di Bisnis Franchise 

Givela Harsono sukses besar di bisnis franchise sekaligus menekuni hobinya, yakni traveling.
Lifestyle 6 jam yang lalu

Nikmati Libur Panjang dengan Nonton BNI Java Jazz Festival

BNI Java Jazz Festival 2023 yang dimulai Jumat, 2 Juni 2023, hingga Minggu 4 Juni 2023 menghadirkan musisi jazz kelas dunia.

Tag Terpopuler


Copyright © 2023 Investor.id