Jumat, 15 Mei 2026

PTPN III Gandeng Mitra Strategis  dari Korea Selatan 

Penulis : Imam Suhartadi
15 Feb 2023 | 15:52 WIB
BAGIKAN
PTPN III (Persero) Gandeng Mitra Strategis dari Korea Selatan
PTPN III (Persero) Gandeng Mitra Strategis dari Korea Selatan

JAKARTA, investor.id– Holding BUMN Perkebunan, PT Perkebunan Nusantara III (Persero) menandatangani 2 (dua) Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama dengan mitra dari  Korea Selatan, yaitu Korea Management Association Consultants, Inc. (KMAC) dan  POSCO International Corporation (POSCO). 

Penandatanganan MoU yang pertama dilakukan oleh Wakil Direktur Utama PTPN III,  Denaldy Mulino Mauna dengan CEO KMAC, Su-Hee Han pada Kamis, 9 Februari  2023 bertempat di Seoul. Sedangkan penandatanganan MoU yang kedua dilakukan  pada hari Jumat, 10 Februari 2023 di Incheon dengan SVP POSCO, Seung Pyo Hong. 

MoU dengan KMAC yang merupakan asosiasi konsultan bisnis dalam pengembangan  dan inovasi manajemen, bertujuan untuk pengembangan usaha di bidang Bisnis  Perkebunan, Energi Baru Terbarukan, dan Pengembangan Green Industrial Cluster. Sebelumnya, KMAC bersama BAPPENAS dan PTPN III telah menyusun kajian Eco Industrial Development for GHGs Reduction in Indonesia (pre-FS for Waste to  Bioenergy using Palm Oil Waste in North Sumatra)

MoU dengan POSCO yang merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang  energi, nikel, baja, infrastuktur, hidrogen dan agrobisnis, bertujuan untuk melakukan ekspansi bisnis perkebunan kelapa sawit, pembangunan pabrik minyak goreng dan  pabrik pupuk NPK serta perdagangan produk hilir kelapa sawit, khususnya minyak  goreng dan biodiesel. 

ADVERTISEMENT

Dalam sambutannya, Wakil Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III  (Persero), Denaldy Mulino Mauna, mengatakan, dalam rangka pengembangan  bisnis PTPN Group yang berkelanjutan, PTPN perlu bekerja sama dengan mitra yang  berpengalaman dan memiliki jaringan bisnis berskala global.

Sebagai tindak lanjut MoU dan Pra Kajian yang telah dilakukan, KMAC diharapkan  dapat menyusun studi kelayakan (FS) pengembangan biopelet tandan kosong sawit  di KEK Sei Mangkei dengan investor dari Korea Selatan.

KMAC juga diharapkan dapat  membantu PTPN dalam menciptakan Green Industrial Cluster Sei Mangkei layaknya  Eco Industrial Park (EIP) yang telah banyak dikembangkan pada kawasan-kawasan  industri di Korea Selatan. 

“Tahap selanjutnya, setelah dilakukan MoU dengan POSCO, dapat ditindaklanjuti  dengan studi bersama pengembangan pabrik pupuk NPK, pengembangan bisnis.minyak goreng dan biodiesel serta perdagangan produk hilir kelapa sawit,” ujar  Denaldy. 

Dalam lawatannya di Korea Selatan, Denaldy juga berkunjung ke GS Caltex dan Hyundai Oilbank dalam rencana pengembangan Energi Baru Terbarukan termasuk  Biodiesel & HVO (Hydrotreated Vegetable Oil) / SAF (Sustainable Aviation Fuel). 

Saat ini PTPN III sedang melaksanakan transformasi bisnis grup usaha menjadi  3 (tiga) Sub Holding, yakni PalmCo, SugarCo dan SupportingCo sebagai bentuk  implementasi Program Strategis Nasional yang dicanangkan oleh Pemerintah  Republik Indonesia.

Transformasi ini bertujuan agar PTPN Group dapat menjadi  perusahan kelas dunia yang mempunyai nilai jual dan daya saing di kancah dunia  internasional. 

Dalam pencapaian menjadi perusahaan perkebunan berkelas dunia dan dikenal  masyarakat luas, PTPN melalui Sub Holding PalmCo sedang berproses melakukan  Initial Public Offering (IPO) dan ditargetkan dapat melantai di bursa efek Indonesia  pada tahun 2023 ini.  

Dengan terdaftarnya PalmCo di bursa efek Indonesia, diharapkan semakin banyak  investor dan publik yang memahami dan mengenal PTPN Group lebih baik. Sejalan  dengan proses pelaksanaan IPO, dalam lawatannya di Korea Selatan, Denaldy juga  melakukan kunjungan pre-market sounding IPO kepada perusahaan sekuritas dan  pengelola aset terbesar di Korea Selatan yaitu Midas Asset dan Meritz Asset  Management.

Editor: Imam Suhartadi

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia