Menko Airlangga Pertegas Hilirisasi, termasuk Timah dan Emas
JAKARTA, investor.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, hilirisasi komoditas sumber daya alam (SDA) unggulan akan meningkatkan daya saing dan nilai tambah ekspor.
Pemerintah sudah memulai hilirisasi komoditas SDA dengan melakukan pelarangan ekspor nikel untuk diolah menjadi produk jadi. Hal ini juga akan diberlakukan terhadap komoditas SDA lain yang dinilai memiliki potensi.
“Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang punya potensi SDA. Pemerintah juga mendorong hilirisasi berbasis komoditas, terutama komoditas mineral dan logam seperti bauksit, timah, nikel, tembaga, dan emas,” kata Airlangga dalam Pidato Ilmiah Peringatan Hari Pendidikan Teknik Ke-77 Universitas Gadjah Mada yang dipantau secara virtual pada Jumat (17/2/2023).
Dia menegaskan, pemerintah telah melakukan hilirisasi nikel tahap awal. Upaya hilirisasi tahap awal dinilai berhasil terlihat dengan tumbuhnya teknologi smelter metalurgi yang bisa memproduksi feronikel dan stainless steel yang sudah saatnya masuk fase kedua, yaitu pusat produksi baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV).
“Teknologi hidrometalurgi high pressured acid leach mampu mengelola nikel kadar rendah atau limonit nikel. Biasanya limonit hanya ditumpuk saja tidak diproses, tentu ini membutuhkan energi yang lebih tinggi. Sehingga diharapkan Indonesia bisa menjaga komitmen berproduksi nikel dengan cara efektif, efisien, dan ramah lingkungan,” tutur Airlangga.
Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar dunia sebesar 21 juta ton, kira-kira 24% dari cadangan dunia. Indonesia menghasilkan 781 ribu ton atau 31,8% dari produksi dunia.
Produksi nikel Indonesia diharapkan bertumbuh, tidak hanya produksi nikel pig iron, tetapi juga high pressured acid leach dan bijih berkadar rendah. Peningkatan nilai tambahan dari bijih nikel menjadi feronikel 14 kali lebih tinggi dan berpotensi 19 kali lebih tinggi diproses menjadi billet stainless steel.
Mengenai bauksit, dia mengatakan, bila pemerintah melakukan hiliriasi bauksit akan meningkatkan nilai tambah yang berujung pada peningkatan pendapatan negara. Karena itu, pemerintah akan melakukan pelarangan ekspor bauksit dalam bentuk bahan mentah.
“Industralisasi pengolahan dan pemurnian bauksit dapat meningkatkan pendapatan nasional dari Rp 21 triliun menjadi Rp 62 triliun,” tandas Airlangga.
Sementara itu, untuk komoditas timah dapat menghasilkan Cassiterite yang merupakan mineral utama dalam penambangan bijih timah PT Timah Tbk. Komponen ini memiliki beberapa mineral terkait dalam bentuk Zirkon, Ilmenit, dan Monasit.
“Hilirisasi timah dapat menghasilkan logam tanah jarang yang merupakan komponen kritikal untuk berbagai teknologi modern masa kini,” ujar Airlangga.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






