Gandeng Pos Indonesia, BP Jamsostek Bidik 472.500 Peserta Baru
JAKARTA, investor.id - PT Pos Indonesia (Persero) berkolaborasi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek), berupa joint marketing yang bertujuan meningkatkan jumlah kepersertaan baru Bukan Penerima Upah (BPU) BPJSTK, sekaligus meningkatkan jumlah transaksi iuran peserta di Kantorpos (PT Pos Indonesia).
Joint marketing antara PT Pos Indonesia dan BP Jamsostek ini menargetkan minimal 472.500 peserta baru dengan target total sebanyak 840 ribu peserta selama periode Maret-November 2023.
Direktur Bisnis Jasa Keuangan PT Pos Indonesia, Haris, mengatakan, untuk mencapai target tersebut, kedua pihak akan melakukan kegiatan marketing bersama, kunjungan/sosialisasi, dan menggunakan media promosi secara efektif.
"Target kepesertaan 840 ribu pendaftar baru pada tahun ini. Naik tiga kali lipat (dibanding tahun sebelumnya). Ini belum transaksi ya, untuk pendaftarannya saja. Kalau transaksinya diharapkan bisa jutaan (transaksi) karena mereka (peserta) akan membayar setiap bulan," kata Haris, dalam keterangan tertulis yang dikutip, Senin (20/2/2022).
Terkait kolaborasi itu, Pos Indonesia dan BP Jamsostek menggelar Sosialisasi Program Joint Marketing di Co-Working Space Kantorpos, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat, 17 Februari 2023.
Haris menjelaskan pihaknya memiliki sekitar 4.800-an Kantorpos dan 150 ribu agen yang tersebar di seluruh kecamatan di Indonesia. Hal ini menjadi sumber daya penting dalam menjangkau kepesertaan Jamsostek.
"Jadi kita tidak lihat ini dari sisi bisnis semata. Saya juga udah pernah dengar dan tahu banyak manfaat yang didapatkan dari kepesertaan BPJamsostek. Kita ada misi sosial, bagaimana kita bisa bantu masyarakat untuk bisa dapat fasilitas dari Jamsostek, kita mendorong literasi BPJSTK ," terang Haris.
Ia prihatin dengan nasib pekerja, terutama yang bukan berstatus penerima upah. Mereka tergolong pekerja rentan dan ahli warisnya tidak mendapatkan apa-apa jika pekerja tersebut menjadi korban kecelakaan kerja.
Adapun yang menjadi terget peserta dalam kerja sama ini adalah mereka yang masuk kategori bukan penerima upah (BPU), yaitu pekerja yang melakukan kegiatan atau usaha ekonomi secara mandiri untuk memperoleh penghasilan. Misalnya, petani, nelayan, pedagang (digitalisasi pasar), pekerja swasta, Mitra PT Pos Indonesia/ Oranger, penerima bansos, penerima honor, asisten rumah tangga, pemilik warung/toko, dan UMKM.
"Dengan ikut Jamsostek, mereka sudah terjamin. Termasuk dari masing-masing kita, misalnya ada ART, tukang kebun atau sopir, ini yang kita dorong. Kalau dari Pos sendiri mungkin kita bisa cerita ke keluarga, saudara dan sebagainya. Di samping kolaborasi, kita juga dorong masyarakat di luar sana paham tentang Jamsostek, sehingga mereka tertarik untuk ikut serta," tutur Haris.
Dalam hal ini, PT Pos mendorong 150 ribu agen yang tersebar untuk berlomba-lomba memberikan edukasi kepada masyarakat luas. PT Pos Indonesia akan memberikan reward kepada agen yang berhasil melakukan tugas sesuai yang diharapkan manajemen.
Direktur Kepesertaan BP Jamsostek, Zainudin, mengakui kolaborasi dengan PT Pos sejauh ini sangat memuaskan. Pasalnya dengan menggandeng PT Pos Indonesia, BP Jamsostek memiliki jangkauan hingga ke tingkat kecamatan di seluruh Indonesia.
"Kedua, kalau kanalnya (lokasi pendaftaran dan pembayaran iuran) sudah banyak, orang yang terlindungi tentu semakin banyak. Caranya tadi, literasi ditingkatkan, kolaborasi antara Jamsostek dan Pos harus terus diwujudkan di lapangan agar banyak orang yang mendaftar dan terlindungi. Banyak orang yang bisa bayar iuran. Ke depan kita lagi pikirin, Pos sebagai bayar klaim. Ini lagi kita bicarakan teknisnya seperti apa," beber Zainudin.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler


