Jumat, 15 Mei 2026

Erick : Beyond Globalisation, Indonesia Jadi Ekosistem Dunia

Penulis : Leonard AL Cahyoputra / Eva Fitriani
1 Mar 2023 | 07:00 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi ekonomi Indonesia
Sumber: Antara
Ilustrasi ekonomi Indonesia Sumber: Antara

JAKARTA, investor.id – Indonesia harus memastikan beyond globalisation yang memberi solusi dengan menjadi bagian dari ekosistem dan rantai pasok dunia yang saling menguntungkan, serta bermanfaat bagi kesejahteraan rakyat. Kita punya hak sebagai negara berkembang untuk menjadi negara maju. Apalagi, Indonesia merupakan salah satu negara yang memberikan kontribusi bagi pertumbuhan dunia.

"Kita pastikan globalisasi ala Indonesia, beyond globalization. Beyond globalization yang berarti memberi kesempatan negara berkembang menjadi maju ini menjadi cara ampuh Indonesia dalam menghadapi kelebihan dan kelemahan dari dampak globalisasi," kata Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dalam acara 'Economic Outlook 2023' di Jakarta, Selasa (28/02/2023).

Indonesia mencatatkan pertumbuhan ekonomi nasional 5,31% (cumulative to cumulative/ctc) tahun 2022, jauh lebih tinggi dari global yang diperkirakan hanya 3,1%. Pertumbuhan ini juga melampaui target pemerintah yang sebesar 5,2%

Erick menegaskan, dia tidak ingin globalisasi hanya dimaknai sebagai sebuah kebijakan sekelompok negara untuk menghambat perkembangan negara lain. Berbekal sumber daya alam yang melimpah dan pasar yang besar, lanjut Erick, Indonesia memiliki ekosistem kuat dalam melampaui batas-batas globalisasi.

ADVERTISEMENT

"Basis Indonesia itu ada dua, yakni sumber daya alam dan market, dan ini menjadi solusi bagi kita untuk berbicara beyond globalization. Globalisasi yang memberi kesempatan untuk menjadi negara maju adalah hak segala bangsa," ujar dia.

Pusat Pertumbuhan

Erick mengatakan, dunia juga telah mengakui potensi Indonesia sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi saat ini. Posisi Indonesia sama seperti Tiongkok di tahun 1980-an, yang menjadi salah satu pusat pertumbuhan dunia.

Untuk itu, Erick menegaskan, dunia wajib mengikutsertakan Indonesia sebagai bagian dari ekosistem rantai pasok global. "Kita punya hak menjadi bagian ekosistem yang mau dibangun oleh dunia, rantai pasok yang dibangun dunia. Karena sebagai bangsa, kita juga punya challenging untuk menciptakan pembukaan lapangan kerja baru," ujar dia.

Indonesia, lanjut Erick, memiliki tantangan di masa depan dengan adanya bonus demografi. Pemenuhan lapangan kerja bagi generasi muda menjadi isu besar yang harus dihadapi dengan baik.

Dalam kesempatan itu, dia juga mengingatkan agar Indonesia tetap berhati-hati dengan globalisasi yang akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. "Globalisasi akan menentukan apakah pertumbuhan kita tetap seperti hari ini atau kita akan tersendat," tutur dia.

Industri Manufaktur Ekspansif

Peluang Indonesia untuk menjadi negara maju kini semakin terbuka, seiring kinerja industri manufaktur yang semakin ekspansif di awal tahun ini. Hal itu terlihat dari Indeks Kepercayaan Industri (IKI) bulan Februari 2023 di level 52,32, atau meningkat signifikan dibanding Januari lalu di posisi 51,54. Sebanyak 16 subsektor manufaktur yang mengontribusi 87,7% terhadap total PDB berada pada posisi ekspansif, dengan mayoritas perusahaan optimistis kondisi kegiatan usaha stabil dalam enam bulan ke depan.

Indeks Kepercayaan Industri (IKI) merupakan indeks yang dibangun dan dirilis oleh Kementerian Perindustrian, sebagai indikator derajat keyakinan atau tingkat optimisme industri manufaktur terhadap kondisi perekonomian. IKI menjadi gambaran kondisi industri pengolahan dan prospek bisnis enam bulan ke depan di Indonesia. IKI juga digunakan untuk mendiagnosa permasalahan sektor industri, serta penyelesaiannya secara cepat dan tepat. IKI antara 0-50 menandakan industri berada pada fase kontraksi, di angka 50 level stabil, dan di atas 50 menunjukkan fase ekspansi.

Juru Bicara Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Febri Hendri Antoni Arif menerangkan, dari 16 subsektor yang ekspansif, empat di antaranya mengalami perubahan fase dari kontraksi ke ekspansi, yaitu sektor Pencetakan dan Reproduksi Rekaman (KBLI 18), Karet, Barang dari Karet dan Plastik (KBLI 22), Barang Galian Bukan Logam (KBLI 23), serta Komputer, Barang Elektronik dan Optik (KBLI 26).

Secara umum, kata Febri, mayoritas perusahaan industri menjawab kondisi kegiatan usahanya stabil pada Februari 2023 dibanding Januari 2023 sebesar 47,1%, sedangkan yang menjawab meningkat 29,0%. “Yang menjawab menurun sebesar 23,9%, atau berkurang 2% dibanding bulan Januari 2023,” imbuh dia.

Dia menyebut, peningkatan nilai IKI Februari 2023 terjadi pada seluruh variabel pembentuk IKI dan utamanya masih didominasi oleh pesanan domestik. Variabel pesanan baru meningkat dari 51,14 menjadi 52,81, variabel produksi naik dari 50,35 menjadi 51,37, sedangkan variabel persediaan produk menurun dari 54,34 pada Januari 2023 menjadi 52,51 di Februari 2023.

"Angka IKI yang konsisten meningkat dalam empat bulan terakhir menandakan bahwa prospek industri pengolahan dalam negeri untuk tumbuh lebih baik pada 2023. Ini terus terjaga, meski perlambatan pertumbuhan perekonomian global diprediksi masih berlanjut pada 2023," kata Febri.

Dia menyebut, sebanyak 64,3% pelaku usaha memandang optimistis kondisi usaha dalam enam bulan ke depan, naik dibanding bulan lalu 62,3%. Mayoritas responden yang menjawab optimistis ini menyampaikan keyakinannya bahwa kondisi pasar akan membaik dan kebijakan pemerintah pusat lebih baik.  

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 41 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia