BPS: Waspadai Kenaikan Harga Komoditas Ini Jelang Ramadan
JAKARTA,investor.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan fluktuasi harga beberapa komoditas harus diwaspadai menjelang bulan Ramadan. Sebab, slama Ramadan bisa terjadi kenaikan permintaan dan berujung pada kenaikan harga.
Beberapa komoditas yang harus diwaspadai adalah bahan bakar rumah tangga, minyak goreng, dan daging ayam ras.
Baca Juga:
Inflasi Februari 2023 Capai 5,47%“Berdasarkan tren beberapa tahun terakhir terlihat bahwa inflasi pada bulan Ramadan perlu dikelola dengan mengendalikan harga komoditas yang dominan mendorong inflasi,” ucap Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini dalam konferensi pers secara hibrida di Kantor BPS pada Rabu (01/03/2023).
Bila melihat data BPS dalam empat tahun terakhir terdapat sejumlah komoditas yang menyebabkan inflasi di bulan Ramadan. Pada tahun 2019 bulan Ramadan jatuh di bulan Mei yang saat itu terjadi inflasi 0,68%. Komoditas yang memberikan andil inflasi pada Mei 2019 adalah cabai Merah (0,10%), daging ayam ras (0,05%), bawang putih (0,05%), ikan segar (0,04%), angkutan antar kota (0,04%), dan telur ayam ras (0,02%).
Pada tahun 2020 bulan Ramadan jatuh di bulan April yang pada saat itu terjadi inflasi 0,08%. Komoditas yang memberikan andil inflasi pada April 2020 adalah bawang merah (0,08%), emas perhiasan (0,06%), gula pasir (0,02%), bahan bakar ruta (0,01%), pepaya (0,01%), dan rokok kretek filter (0,01%).
Pada tahun 2021 bulan Ramadan jatuh di bulan April yang pada saat itu terjadi inflasi 0,13%. Komoditas yang memberikan andil inflasi pada April 2021 adalah daging ayam ras (0,06%), minyak goreng (0,01%), jeruk (0,01%), bahan bakar ruta (0,01%), emas perhiasan (0,01%), dan anggur (0,01%).
Pada tahun 2022 bulan Ramadan jatuh di bulan April dengan inflasi sebesar 0,95%. Komoditas yang memberikan andil inflasi pada April 2022 adalah minyak goreng (0,19%), bensin (0,16%), daging ayam ras (0,09%), tarif angkutan udara (0,08%), bahan bakar ruta (0,03%), dan telur ayam ras (0,02%).
"Hal ini menjadi tinjaun khusus terkait tingkat inflasi yang patut diwaspadai karena ada kecenderungan harga lebih tinggi pada bulan Ramadan,” kata Pudji.
Dalam kesempatan yang sama Statistisi Ahli Madya Direktorat Statistik Harga BPS Firmansyah mengatakan dengan melihat komoditas yang menjadi penyebab inflasi di tahun-tahun sebelumnya pemerintah perlu melakukan antisipasi menjelang Ramadan. Menurut dia bisa terjadi pengulangan namun bisa saja berbeda dari tahun-tahun sebelumnya namun pemerintah harus menjaga distribusi barang agar harga tetap terjaga.
“Kalau karena harga komoditas tergantung distribusinya, kalau distribusi gak lancar berarti persediaan kurang sehingga harga naik. Sedangkan kalau pasokan cukup dan harga terjaga berarti produksi cukup, produksi,” kata Firmansyah.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






