Ombudsman Pastikan Stok Pupuk Subsidi Aman
JAKARTA,investor.id- Ombudsman Republik Indonesia (ORI) memastikan pupuk bersubsidi di gudang lini III Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, melampaui ketentuan jumlah stok minimum.
Anggota Ombudsman RI Yeka Hendra Fatika mengatakan stok pupuk bersubsidi di tiga gudang lini III, yang dikunjunginya, mencapai 8.992 ton atau melebihi ketentuan minimum stok yang ditetapkan pemerintah sebesar 6.500 ton.
"Dengan ketersediaan stok sudah 8.992 ton, artinya stok aman, pupuk ada, pupuk bersubsidi melimpah," ujar dia kepada Investor Daily,di Jakarta,Jumat (10/3).
Yeka menegaskan alokasi pupuk bersubsidi yang disediakan pemerintah hanya bisa diterima oleh para petani yang telah memenuhi kriteria.
Adapun, kriteria yang ditetapkan Kementerian Pertanian melalui Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 10 Tahun 2022 tentang Tata Cara Penetapan Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian, yaitu wajib tergabung dalam kelompok tani, terdaftar dalam SIMLUHTAN (Sistem Informasi Manajemen Penyuluh Pertanian), menggarap lahan maksimal dua hektare, dan menggunakan kartu tani (untuk wilayah tertentu).
Aturan tersebut juga menetapkan bahwa hanya sembilan komoditas yang berhak mendapat alokasi subsidi pupuk yakni padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih, kopi, kakao, dan tebu rakyat.
Dengan kata lain, petani yang menggarap di luar komoditas tersebut tidak lagi mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi.
"Saya berharap apa yang terjadi di Banyuasin terjadi di seluruh kabupaten lain. Saya cek juga gudang lini I dan lini II, stok ureanya sudah mencapai 35.000 ton, itu belum termasuk stok yang ada di karung. Jadi, sebetulnya tidak perlu khawatir terkait stok, saya yakin bisa terpenuhi," ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Pupuk Sriwidjaja Palembang Tri Wahyudi Saleh mengatakan stok pupuk urea di gudang lini I dan lini II mencapai 42.000 ton yang terdiri atas 36.000 ton dalam bentuk curah dan sisanya sudah dalam karung sebanyak 50 kg.
Sementara, stok pupuk bersubsidi NPK di gudang lini I ada 9.000 ton dan lini III terdapat 6.100 ton atau mencapai 218 persen dari ketentuan minimum yang ditetapkan pemerintah.
"Kalau dilihat stok ini, stok di wilayah kerja kami sudah melebihi dari ketentuan pemerintah, juga sudah siap dilaksanakan musim tanam periode berikutnya," ucapnya.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler

