Transaksi Pelanggan Setia GOTO Naik di 2022, Dorong Profitabilitas
JAKARTA, investor.id - Meski mengurangi pemberian insentif, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) terus mencatatkan pertumbuhan transaksi positif selama tahun lalu.
Hal ini menandakan bahwa GOTO masih terus tumbuh secara berkelanjutan walaupun mengurangi pemberian promo dan insentif kepada konsumen.
Selama kuartal keempat 2022, GOTO mencatat rata-rata transaksi konsumen tumbuh 24% dibandingkan tahun sebelumnya (year-on-year/yoy) yang mencapai Rp9,6 juta per konsumen per tahun.
Hal ini disampaikan perusahaan di dalam rilis kinerja indikatif GOTO tahun 2022 pada Senin (20/3/2023).
Dalam rilis tersebut, perusahaan menyatakan bahwa jumlah pelanggan setia alias konsumen loyal layanan on-demand services dan e-commerce tumbuh sebesar 19% yoy. J
umlah tersebut mencapai lebih dari 60% dari total gross transaction value (GTV) atau nilai transaksi bruto perusahaan.
Hal tersebut juga turut mendoorng peningkatan margin kontribusi per pelanggan di Q4-2022 sebesar lebih dari 50% yoy meskipun terjadi pengurangan insentif.
Di sisi lain, GOTO juga mencatat peningkatan take rate (komisi transaksi) sebesar 234 basis poin (bps) dan 32 bps secara tahunan, masing-masing untuk on-demand services dan e-commerce.
Peningkatan transaksi di tengah pengurangan insentif ini pun berdampak positif bagi kinerja keuangan GOTO.
Pendapatan bruto pada Q4-2022 berhasil tumbuh 19% yoy menjadi Rp 6,3 triliun. EBITDA (laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi) yang disesuaikan pun naik 52% yoy menjadi minus Rp 3,1 triliun pada kuartal keempat tahun lalu.
Direktur Utama GOTO Andre Soelistyo mengatakan, peningkatan kinerja perusahaan di kuartal keempat menegaskan kemajuan pesat dalam percepatan langkah menuju profitabilitas.
“Dengan mempertajam fokus untuk mendorong monetisasi bagi pelanggan setia, pertumbuhan pendapatan tetap tercapai di tengah implementasi strategi pengurangan insentif serta pemasaran produk,” ujarnya di dalam rilis.
Selain fokus untuk meningkatkan transaksi dari pelanggan setia, Andre mengatakan bahwa GOTO juga terus berdisiplin dalam mengelola beban dan pendekatan layanan yang terukur.
Hal ini bertujuan untuk mendorong percepatan profitabilitas perusahaan, di mana GOTO menargetkan mencapai EBITDA yang disesuaikan positif pada kuartal keempat 2023.
Strategi Optimisasi Beban
Di sisi lain, GOTO juga terus mengimplementasikan strategi optimisasi beban di seluruh kegiatan bisnis sepanjang Q4-2022.
Pertumbuhan monetisasi, seiring dengan insentif dan promosi, mendorong perbaikan margin kontribusi perusahaan di Q4-2022 meningkat sebesar 254 bps yoy mencapai minus 0,4% dari keseluruhan nilai transaksi bruto (gross transaction value/GTV).
GOTO juga mencatat pertumbuhan GTV sebesar 18% yoy yang mencapai Rp 162 triliun. Unit bisnis on-demand services pun berhasil mencatatkan margin kontribusi positif di Q4-2022, satu kuartal lebih cepat dari pedoman kinerja perusahaan.
Direktur keuangan GOTO Jacky Lo mengatakan, perusahaan terus mencatatkan pertumbuhan konsisten di tengah ketidakpastian makroekonomi seiring dengan pengelolaan beban secara menyeluruh.
“Tujuan kami adalah mendorong penghematan beban usaha yang telah mendukung tercapainya perbaikan indikator profitabilitas lebih cepat dari perkiraan,” ujarnya.
Jacky melanjutkan bahwa GOTO memandang positif capaian kinerja hingga saat ini. Dengan posisi kas yang solid, perusahaan diyakini dapat mencapai arus kas operasional positif seiring dengan percepatan langkah menuju target profitabilitas di tahun ini.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler



