Jumat, 15 Mei 2026

Kilang Mini LNG Pertama Beroperasi di Kalimantan Utara

Penulis : Rangga Prakoso
8 Mei 2023 | 08:00 WIB
BAGIKAN
Sebuah kapal tanker yang mengangkut LNG. (Foto: iStock)
Sebuah kapal tanker yang mengangkut LNG. (Foto: iStock)

JAKARTA, investor.id - Kilang Mini LNG pertama resmi beroperasi di Tanjung Keramat, Desa Tanah Merah Barat, Kecamatan Tanah Lia, Kabupaten Tanah Tidung, Provinsi Kalimantan Utara, Minggu (30/4/2023).  Infrastruktur ini menjadi salah satu solusi pemenuhan kebutuhan energi di Indonesia khususnya untuk pulau-pulau kecil.

Peresmian infrastruktur yang dibangun PT Kayan LNG Nusantara ini dihadiri oleh   Gubernur Kalimantan Utara  Zainal Arifin Paliwang, Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Laode Sulaeman, serta pihak terkait lainnya.

Kilang mini LNG tersebut akan memproduksi gas  yang diproduksi oleh JOB Pertamina-Medco E&P Simenggaris dengan volume harian 22 juta kaki kubik per hari (mmscfd). Produksi  LNG Kayan akan disimpan dalam tabung isotank 40 feet dan dikirimkan/dikapalkan kepada konsumen di pasar domestik dan ekspor.

ADVERTISEMENT

Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengapresiasi pengoperasian kilang mini LNG pertama di Indonesia ini karena  moda teknologi  tersebut memungkinkan LNG dikirim ke pulau-pulau  kecil di Indonesia..  

Pada masa silam, lanjut Laode, Indonesia menjadi salah satu negara pengekspor LNG terbesar di dunia, di mana  lapangan migas yang memproduksinya  merupakan lapangan besar dengan kapasitas produksi 500 mmscfd. Di sisi lain, Indonesia juga  memiliki sumber-sumber gas yang tergolong kecil, namun tidak dapat ditransportasikan karena belum tersedianya infrastruktur.

“Pengiriman LNG dulu juga hanya bisa ditransportasikan dengan kapal-kapal besar, sehingga untuk pengiriman ke pulau-pulau kecil tidak dapat dilakukan. Dengan teknologi yang menggunakan isotank ini, LNG bisa dikirimkan ke pulau-pulau kecil, ke pembangkit-pembangkit listrik kecil dan menjadi salah satu solusi ke depan,” kata Laode dalam keterangannya di Jakarta, akhir pekan lalu.

Infrastruktur tersebut juga diharapkan dapat menjadi percontohan bagi pembangunan mini LNG lainnya di masa mendatang.

“Alhamdulillah, setelah bertahun-tahun menunggu kilang LNG swasta dapat berproduksi dan menghasilkan pendapatan tambahan di sektor migas bagi Indonesia. Pembangunan kilang ini bagi saya cukup menantang karena selain nilai investasinya besar, lokasinya pun cukup terpencil,” ujar Gubernur Kalimantan Utara  Zainal Arifin Paliwang.

Gubernur Zainal berharap penduduk sekitar dapat merasakan dampak positif dari hadirnya kilang LNG tersebut, misalnya perbaikan dalam sektor perekonomian dan pendidikan.

Direktur Utama  PT Kayan LNG Nusantara Antony Lesmana menyampaikan,  terima kasih  kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran pembangunan kilang mini LNG senilai Rp2 triliun ini dan mengharapkan  kerja sama selama masa investasi kurang lebih 20 tahun ke depan.

Selain memproduksi LNG, PT Kayan juga memproduksi LPG dan kondensat di mana  seluruh produknya akan dipasarkan menggunakan isotank. Pada tahap awal akan digunakan 700 isotank.  Meskipun menggunakan teknologi dari luar, PT Kayan memastikan akan dilakukan transfer teknologi dan pada masa depan, infrastruktur ini akan dioperasikan oleh SDM Indonesia. 

Sebelumnya, SKK Migas menetapkan produksi LNG dapat menyentuh kisaran 204 hingga 206 kargo pada 2023. Target ini lebih tinggi 5,1% dari torehan produksi LNG tahun lalu sejumlah 196 kargo. Dari besaran produksi tahun ini, proyeksikan jumlah LNG yang akan diekspor mencapai 140,3 kargo. Nilai ini mendekati angka ekspor pada tahun sebelumnya. Sedangkan sisa kargo diperuntukan untuk keperluan domestik.

Pada 2022, SKK Migas telah menyiapkan sebanyak 58 kargo LNG yang ditujukan untuk kebutuhan domestik PLN. Suplai LNG terdiri dari 13 kargo yang berasal dari Kilang LNG Bontang dan 45 kargo berasal dari Kilang LNG Tangguh.

SKK migas mencatat sepanjang kuartal I 2023 produksi LNG nasional mencapai 49,7 kargo. Dari jumlah itu, sebanyak 35 kargo dialokasikan untuk pasar ekspor yang sebagian besar untuk pasar Asia Timur. Deputi Keuangan dan Komersialisasi SKK Migas, Kurnia Chairi, memaparkan produksi LNG berasal sumbangan produksi masing-masing 21,9 kargo Kilang Bontang Pertamina dan 27,8 kargo dari Kilang BP Tangguh.

"Ekspor LNG rata-rata ke Cina, Taiwan, korea. Lingkupnya pasar Asia Timur. Kami jarang ke Timur Tengah karena agak jauh transpornya. Itu juga termasuk gas pipa yang ke Singapura," kata Kurnia di Kantor SKK Migas pada Senin (17/4/2023)

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia