Jumat, 15 Mei 2026

Pemerintah Evaluasi Subsidi Pembelian Kendaraan Listrik, Mengapa?

Penulis : Leonard AL Cahyoputra
19 Mei 2023 | 08:00 WIB
BAGIKAN
ilustrasi kendaraan listrik
ilustrasi kendaraan listrik

"Itulah yang menjadi bahan diskusi kita. Pertanyaannya, apakah tidak bisa restitusi itu dijalankan hanya 1-2 bulan? Kami masih evaluasi ke arah yang lebih baik," kata dia.

Kendaraan Masa Depan

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan telah telah mengumumkan skema insentif untuk mobil listrik berupa pemberian diskon Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10%. Artinya, pembeli mobil listrik hanya membayar PPN 1% saja dari 11% yang seharusnya. Mobil-mobil listrik yang mendapatkan insentif tersebut harus memenuhi syarat tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) yang mencapai 40%.

ADVERTISEMENT

Moeldoko berharap, para pelaku industri tidak ragu untuk ikut andil dalam mengembangkan ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air. "Karena ini merupakan masa depan, kendaraan masa depan," tutur dia.

Meski demikian, Indonesia harus mengakselerasi perkembangan ekosistem kendaraan listrik di dalam negeri. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil listrik baterai (battery electric vehicle/BEV) pada bulan April 2023 sebanyak 3.086 unit, atau hanya 0,9% terhadap total penjualan mobil di dalam negeri.

PEVS 2023

Sebagai salah satu upaya untuk mendongkrak ekosistem kendaraan listrik nasional, Periklindo menggelar Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2023 di JIEXpo Kemayoran, Jakarta, pada 17-21 Mei 2023. Pameran otomotif tersebut diikuti sebanyak 20 merek sepeda motor listrik dan mobil listrik, serta 10 peserta dari industri pendukung yang terdiri dari baterai listrik, SPKLU, hingga komponen aftermarket.

Moeldoko meyakini, PEVS 2023 akan berlangsung lebih baik dengan angka transaksi yang lebih besar dibanding tahun lalu. "Saya yakin akan terjadi dua hal di dalam (PEVS). Pertama, akan terjadi transaksi lebih besar, secara finance akan terakumulasi lebih besar. Kedua, ini sebagai wadah promosi juga akan bergerak lebih besar," ujar dia.

Project Manager PEVS 2023 Rudi MF berharap, pameran ini akan dikunjungan lebih dari 30 ribu orang selama lima hari penyelenggaraannya.

"Total transaksi kami targetkan bisa sampai Rp 285 miliar, naik dari tahun lalu Rp 250 miliar. Mudah-mudahan tercapai," ucap dia.

Adapun harga tiket masuk PEVS 2023 untuk 18 hingga 21 Mei 2023, dibanderol Rp 50.000. Sementara untuk tiket Premium Day, di 17 Mei 2023 atau hari pembukaan pameran, dijual dengan harga Rp100.000. “Tersedia juga fasilitas Shuttle Car menggunakan bus listrik. Shuttle car ini akan berangkat dari Mall Senayan City, tanpa dipungut biaya, menuju JIExpo Kemayoran selama pameran berlangsung,” pungkas dia.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 25 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 57 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 1 jam yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia