MTI: Elektrifikasi Kunci Swasembada Energi dan Efisiensi BBM
JAKARTA, investor.id – Transformasi sektor transportasi melalui elektrifikasi dinilai menjadi prasyarat mutlak untuk mewujudkan kemandirian energi nasional. Langkah ini mendesak dilakukan mengingat sektor transportasi menyerap 91,2% dari total konsumsi BBM nasional, di mana sebagian besar subsidi justru dinikmati oleh kendaraan pribadi.
Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno, mengungkapkan bahwa berdasarkan data Kementerian ESDM, sekitar 93% BBM subsidi di sektor transportasi darat digunakan oleh mobil dan sepeda motor pribadi. Sebaliknya, angkutan umum hanya menyerap sekitar 3%.
“Presiden Prabowo Subianto akan menggencarkan program elektrifikasi untuk mewujudkan swasembada energi, termasuk pembangunan pembangkit listrik tenaga surya dan pabrik kendaraan listrik,” ujar Djoko dalam keterangan tertulis, Selasa (14/4/2026).
Data 'Handbook Statistik Energi dan Ekonomi Indonesia 2024' menunjukkan tren kenaikan konsumsi BBM pascapandemi yang cukup tajam, dari 65,29 juta kiloliter pada 2020 melonjak menjadi 82,32 juta kiloliter pada 2024.
Djoko menyayangkan porsi transportasi umum yang terus mengecil dalam penyerapan subsidi, sementara alokasi anggaran subsidi layanan transportasi darat justru turun drastis dari Rp 582,98 miliar pada 2023 menjadi hanya Rp 82,6 miliar pada 2026.
Dukungan terhadap transportasi umum juga dinilai masih menghadapi tantangan anggaran. Program subsidi layanan transportasi darat yang telah berjalan di 15 kota sejak 2020 mengalami penurunan alokasi signifikan, dari Rp 582,98 miliar pada 2023 menjadi Rp 82,6 miliar pada 2026.
“Target pembenahan angkutan umum di 20 kota dalam RPJMN 2025–2029 pun dinilai berpotensi tidak tercapai,” bebernya.
Namun demikian, pengembangan industri dalam negeri juga menjadi bagian penting dari transformasi ini. Produksi bus listrik nasional oleh PT INKA, yang melibatkan kolaborasi perguruan tinggi dan industri karoseri lokal, telah menunjukkan hasil sejak ajang G20 Bali 2022 dan kini mulai dioperasikan di sejumlah kota.
Sejalan dengan upaya tersebut, Presiden Prabowo Subianto memberikan instruksi keras kepada jajaran pemerintah dan kepala daerah untuk memprioritaskan pengadaan kendaraan listrik buatan dalam negeri, terutama untuk transportasi publik.
“Mensesneg catat itu, gubernur-gubernur yang tidak pesan produk dalam negeri—bus dan truk dan sebagainya. TNI juga suruh beli dalam negeri,” tegas Prabowo saat meresmikan pabrik perakitan kendaraan listrik VKTR Sakti di Magelang, Kamis (9/4/2026).
Presiden memberikan apresiasi khusus kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan DKI Jakarta (Transjakarta) yang telah mengoperasikan bus listrik karya anak bangsa dalam skala besar. Ke depan, Indonesia diproyeksikan melakukan lompatan industri dengan target produksi massal sedan listrik nasional pada 2028.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menambahkan bahwa kebijakan ini diharapkan tidak hanya berhenti pada kendaraan dinas pejabat, tetapi menyentuh layanan transportasi umum secara luas demi kepentingan masyarakat.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






