Kembangkan PLTP, PGE Butuh Dana US$ 1,6 Miliar
JAKARTA, investor.id - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) masih membutuhkan dana investasi senilai US$ 1,6 miliar, untuk menambah kapasitas terpasang panas bumi sebesar 600 MW.
"Sekitar US$ 500 juta kebutuhan dana itu dipenuhi dari hasil IPO (initial public offering). Kemudian sekitar US$ 400-US$ 500 dari internal kas. "Sekitar US$ 500 juta lagi akan kita terbitkan green bond dalam dua tahun mendatang," kata Direktur Keuangan Pertamina Geothermal Energy Nelwin Aldriansyah dalam diskusi dengan media massa di kantor PGE Kamojang, Garut, Rabu (17/05/2023).
Nelwin menjelaskan, pihaknya memang terus memacu kinerja dengan mencari pendanaan untuk investasi sumur baru. Pada April 2023 perusahaan menerbitkan green bond sebesar US$ 400 juta yang semuanya untuk kebutuhan refinancing fasilitas kredit bridge loan, dengan plafon US$ 800 juta pada Juni 2021 silam.
Dia menargetkan penjualan listrik pada tahun ini sebesar 4.543 gigawatthours ( GWh). Dari jumlah tersebut, kontribusi pendapatan terbesar berasal dari pembangkit listrik panas bumi (PLTP) Kamojang, yakni sebesar 40%, sisanya disumbang dari PLTP Ulubelu sekitar 30%, PLTP Lahendong 18%, PLTP Lumut Balai 10% dan sisanya PLTP Karaha sebesar 2%.
“Hingga kuartal I 2023, pendapatan PGE disumbang PLTP Kamojang sebesar 235 MW, dari total kapasitas pembangkit PGEO yang mencapai 672 MW,” katanya.
Menurut Nelwin, pendapatan perusahaan pada kuartal I-2023 lebih tinggi dibandingkan dengan pendapatan pada periode yang sama tahun lalu. "Kami memang tidak memberikan revenue guidance. Tetapi, bisa diketahui bahwa tahun lalu kami jual listrik dan uap sekitar US$ 8,7 sen per kWh," jelasnya.
PGE merupakan bagian dari Subholding Power & New Renewable Energy (PNRE) PT Pertamina (Persero). Perusahaan berkode saham PGEO ini mengelola 12 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP), 1 Izin Panas Bumi (IPB) Anak Perusahaan PGE PT Geothermal Energy Seulawah (GES), 1 Izin Panas Bumi (IPB) Penugasan kepada Anak Perusahaan PGE Kotamobagu (PGEK) dengan kapasitas terpasang sebesar +1,9GW, dimana 672 MW dioperasikan dan dikelola langsung oleh PGE dan 1.205 MW dikelola dengan skenario Kontrak Operasi Bersama.
Editor: Euis Rita Hartati
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






