Kementan Segera Bentuk Gugus Tugas Hadapi El Nino
Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Nasrullah, saat mewakili Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam Rakor Pengendalian Inflasi Daerah di Kementerian Dalam Negeri pada Senin (15/05/2023), menyebutkan, secara nasional diprediksi terdapat 685.315 hektare (ha) lahan tanaman padi yang memiliki risiko kekeringan kategori sedang pada periode Mei-Juni 2023, yakni pada Mei 274.640 ha dan Juni 410.675 ha.
“Untuk periode Mei-Juni, prediksi luas risiko kekeringan untuk komoditas padi sawah di Indonesia berada di kisaran rendah hingga sedang. Yang masuk kategori sedang hanya 685.315 ha,” papar Nasrullah.
Stok Pangan Daerah
Sementara itu, saat memimpin Rakor Pengendalian Inflasi Daerah, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta para kepala daerah, baik gubernur maupun bupati/walikota, di seluruh Indonesia untuk mewaspadai terjadinya kekeringan akibat fenomena El Nino. Indonesia pernah mengalami El Nino pada 2015, kala itu mengakibatkan kekeringan parah sehingga menimbulkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) besar di Sumatra bagian timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Utara, bahkan asapnya sampai ke negara tetangga.
“Pada 2016-2022, Indonesia mengalami fenomena La Nina, curah hujan sangat tinggi sehingga kekeringan berkurang. Nah, tahun ini ada prediksi El Nino, ini perlu kita waspadai,” papar Menteri Tito seperti dipantau dari kanal media sosial Kementerian Dalam Negeri pada hari yang sama.
Tito menggambarkan, indikasi kekeringan akibat El Nino bisa saja sudah terjadi. Di Malaysia misalnya, terjadi panic buying atas air mineral. Hal ini diduga karena debit air bendungan mulai menurun dan sungai mulai mengering, akibatnya terjadi kekurangan pasokan air bersih.
“Air mineral ini kebutuhan dasar, karena panic buying maka hukum pasar berlaku, restoran akan menaikkan harga makanannya dan seterusnya yang akan memicu inflasi. Karena itu, kita perlu waspadai, di Sumatra bagian timur, di Riau dan Jambi, sudah mulai terjadi titik-titik api karhutla, ini perlu dijaga, juga dampak lainnya, yakni panen dan produksi pangan. Setiap daerah perlu mulai mengidentifikasi apakah ada dampak dari kurangnya pasokan air dan curah hujan yang dapat berakibat pada terjadinya ketidakcukupan atau kelangkaan pangan tertentu,” jelas Tito.
Menurut Tito, apabila indikasi kekeringan terjadi maka daerah harus segera mengambil langkah intervensi, terutama Dinas Pertanian dan Dinas Perdagangan, harus mulai bekerja menyiapkan rencana cadangan. “Ambil plan B, mencari stok pangan guna mencukupi kebutuhan daerah masing-masing, jangan sampai kemudian terjadi panic buying yang memicu kenaikan inflasi,” papar Tito.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






