Kamis, 14 Mei 2026

FMC Diyakini Jadi Mesin Pertumbuhan Baru Operator Telko

Penulis : Emanuel Kure
23 Mei 2023 | 16:00 WIB
BAGIKAN
Founder IndoTelko Forum Doni Ismanto Darwin (tengah) dalam acara Indotelko bertajuk "Babak Baru Layanan Broadband Bersama Fixed Mobile Convergence" di Jakarta, Selasa (23/5/2023). (Foto: B-Universe: Eman)
Founder IndoTelko Forum Doni Ismanto Darwin (tengah) dalam acara Indotelko bertajuk "Babak Baru Layanan Broadband Bersama Fixed Mobile Convergence" di Jakarta, Selasa (23/5/2023). (Foto: B-Universe: Eman)

JAKARTA,investor.id- Layanan Fixed Mobile Convergence (FMC) bisa menjadi mesin pertumbuhan keuangan terbaru bagi operator telekomunikasi di tengah tekanan terus menurunnya Average Revenue Per User (ARPU) karena perang harga dan saturasi di layanan seluler.

FMC adalah sebuah konsep yang menggabungkan jaringan mobile dan fixed broadband. Dengan menggunakan FMC, pengguna akan layanan internet secara terus-menerus, kapan pun dan di mana pun.

Founder IndoTelko Forum Doni Ismanto Darwin menyakini FMC bisa menjadi mesin pertumbuhan baru di sisi keuangan bagi operator jika tidak terjebak dengan perang harga layaknya yang terjadi di layanan mobile broadband.

“FMC harus dijadikan sebagai era baru layanan broadband di Indonesia dimana dari sisi kecepatan pelanggan merasakan true broadband, dari sisi harga terjangkau, dan pelayanan purna jual membuat nyaman pelanggan,” kata Doni dalam acara Indotelko bertajuk "Babak Baru Layanan Broadband Bersama Fixed Mobile Convergence" di Jakarta, Selasa (23/5/2023).

ADVERTISEMENT

Diingatkannya, jika kembali terjebak ke dalam perang harga ketika menyelenggarakan FMC, maka yang dirugikan tidak hanya operator tetapi masyarakat.

“Indonesia ini secara kecepatan internet tidak pernah bagus rankingnya di Asia Tenggara, kalau FMC ternyata sama saja dengan era 3G, 4G, atau 5G, lama-lama masyarakat bisa apatis dengan teknologi baru dan beranggapan itu hanya bagian dari gimmick pemasaran,” tegasnya.

SVP Corporate Communication & Investor Relation PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk ( Telkom) Ahmad Reza mengakui, FMC adalah bisnis baru bagi perusahaan operator. Pasalnya, saat ini kondisi industri telekomunikasi selama 10 tahun terakhir pertumbuhannya hanya 2% dengan belanja modal terus meningkat dan Earning Before Interest Tax and Depreciation (EBITDA) yang tertekan.

“Bagi Telkom, harus ada bisnis baru yang menguntungkan masyakarat dan juga negara. Telkom melihat besarnya peluang pasar di fixed broadband karena penetrasinya baru 14% dibanding mobile broadband (wireless),” ujar Reza.

Reza menambahkan, Telkom menargetkan untuk meraih 5 juta pelanggan FMC dalam 5 tahun, di mana layanan ini akan mulai dilakukan pemasaran pada Agustus 2023 mendatang.

“Kalau dengan FMC ini kita bisa dapat 5 juta pelanggan dalam 5 tahun. Bayangkan kalau kita gabungkan Indihome dengan Orbit nanti yang kick of pemasarannya akan dilakukan pada Agustus mendatang,” ungkap Reza.

Menurut Reza, pencapaian target 5 juta pelanggan dalam 5 tahun, akan dilakukan dengan cross selling, baik untuk pengguna Indihome dan pengguna Telkomsel. Pemasarannya juga tidak akan massif karena akan menggunakan skema one on one selling. Serta sasaran utamanya adalah pengguna keluarga.

Nantinya akan ada nama produk baru “gabungan” Indihome dan Telkomsel ini. Harga produk baru ini, juga tidak akan di atas ARPU Indihome di Rp 265.000 dan tidak akan di bawah ARPU Orbit Rp 70.000.

“Sangat memungkinkan harga-harga yang dikeluarkan akan tetap menguntungkan masyarakat, dan tetap menguntungkan juga buat perusahaan. Belum lagi dari sisi yang lain, soal penetrasi jaringan dan segala macam,” tutur Reza.

Sementara, Group Head Indirect Channel Management PT XL Axiata Tbk Junius Koestadi mengklaim, XL Axiata merupakan pionir FMC di Indonesia saat ini dengan menggabungkan layanan Link Net dalam produk XL Satu.

Saat ini XL Satu sudah memiliki 350.000 pelanggan, atau melebihi target 30% pelanggan dari sebelumnya. XL Axiata pun kemudian menargetkan mendapatkan 40% pelanggan baru di tahun ini.

“FMC ini demand-nya ada, dari survei kami, pelanggan menyukai layanan XL Satu karena easy to manage, ada single app, single bill, single kuota dan lainnya yang belum ada di layanan operator negara lain," tambah Junius.

Editor: Emanuel

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia